Pertamina Gelar PINDEX 2026, Dorong Inovasi Energi Hilir

Budi Santoso

Pertamina Gelar PINDEX 2026, Dorong Inovasi Energi Hilir

PT Pertamina Patra Niaga sukses menggelar Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 di ICE BSD Hall 10, Tangerang, pada 3-5 Juni 2026. Acara perdana ini menjadi platform penting untuk mempertemukan pelaku industri, mitra teknologi, akademisi, komunitas, dan masyarakat guna mengeksplorasi perkembangan teknologi, infrastruktur, dan inovasi di sektor energi hilir. Tujuan utamanya adalah mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui kolaborasi dan penciptaan nilai tambah.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menekankan bahwa PINDEX 2026 bukan sekadar pameran, melainkan forum berbagi ilmu dan teknologi untuk mencari peluang baru. Ia mengajak mitra untuk berkolaborasi menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan, seperti reformasi SPBU dengan dispensing pump multifungsi dan desain mobil tangki BBM yang lebih efisien. Forum ini diharapkan menjadi ajang tahunan yang mendekatkan produk Pertamina kepada masyarakat.

PINDEX 2026 melibatkan lebih dari 70 mitra industri dan perusahaan yang memamerkan teknologi terkini. Direktur Optimasi Hilir & Distribusi PT Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menyatakan bahwa 74 mitra bersedia berkolaborasi menampilkan pengembangan teknologi infrastruktur. Acara tiga hari ini menjadi wadah berbagi informasi, melihat inovasi showcase, meng-upgrade pengetahuan, serta meningkatkan ekonomi mitra.

Pertamina Patra Niaga Perdana Buka PINDEX 2026, Ada Pameran-Forum Teknologi

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino V Dumatubun, menyoroti pentingnya mencari teknologi modern yang ramah lingkungan untuk distribusi migas. Ia berharap PINDEX 2026 menjadi acara tahunan yang terus mencari teknologi tercanggih sekaligus berwawasan lingkungan.

Baca Juga :  Pemadaman Listrik Sumatra: Transmisi Lemah Jadi Sorotan Utama

Sorotan utama PINDEX 2026 adalah inovasi energi hijau, khususnya proyek Green Refinery Cilacap yang memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) dan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dari minyak jelantah. Direktur Infrastruktur Proyek dan Asset Integrity PT Pertamina Patra Niaga, Setyo Pitoyo, menjelaskan penggunaan teknologi Haldor Topsoe dan Axens. Ia juga mengkonfirmasi SAF produksi Pertamina telah lulus uji terbang komersial.

Pameran ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung maupun peserta. Pengunjung menilai PINDEX 2026 memudahkan pencarian vendor dan melihat teknologi secara langsung, seperti sensor ATG terintegrasi. Tema Green Refinery diapresiasi sebagai jembatan antara vendor dan subholding untuk menjaga ketahanan energi nasional. Peserta pameran juga merasakan antusiasme pengunjung yang tinggi, menunjukkan minat terhadap teknologi yang ditawarkan, termasuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan proses produksinya. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui https://pindex.co.id atau aplikasi MyPertamina.

Also Read

Tinggalkan komentar