PTPP dan PU Perbaiki Huntara Terdampak Angin Kencang di Aceh Utara

Budi Santoso

PTPP dan PU Perbaiki Huntara Terdampak Angin Kencang di Aceh Utara

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sigap menangani dampak angin puting beliung yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Selasa (2/6) sore. Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa unit hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, yang sebelumnya dibangun oleh Kementerian PU untuk menampung masyarakat yang terdampak bencana. Menanggapi kejadian ini, Menteri PU Dody Hanggodo segera menginstruksikan jajarannya, melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh, untuk melakukan penanganan dan perbaikan huntara yang rusak. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, sehingga perbaikan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali menempati hunian mereka dengan aman dan nyaman, serta beraktivitas secara normal.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Tim Teknis Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh bersama PTPP, selaku kontraktor pelaksana, langsung bergerak ke lokasi kejadian. Mereka melakukan pendataan mendalam terhadap kondisi bangunan yang terdampak, membersihkan material yang berserakan akibat terjangan angin, dan merumuskan langkah-langkah percepatan perbaikan. Selain itu, koordinasi erat dijalin dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan efektif, serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa perbaikan huntara berlangsung.

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan komitmen penuh perusahaannya untuk mendukung upaya percepatan penanganan yang digalakkan oleh pemerintah. Pihaknya juga memastikan bahwa fasilitas huntara yang telah dibangun akan kembali berfungsi secara optimal pasca perbaikan. "Sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, Tim PTPP telah berada di lokasi sejak malam kejadian untuk melakukan asesmen dan menyiapkan langkah perbaikan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat tetap mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak selama proses pemulihan berlangsung," tegas Joko Raharjo.

Baca Juga :  Pertamina: Strategi Energi Nasional 4-5 Tahun ke Depan

PT PP bersama Kementerian PU menargetkan proses perbaikan huntara ini dapat diselesaikan dalam kurun waktu sekitar satu minggu. Selama masa perbaikan, langkah-langkah penanganan darurat tetap diimplementasikan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat yang masih menempati huntara tersebut. Keunggulan sistem konstruksi modular yang diterapkan pada huntara ini memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional. Setiap unit huntara dirancang dengan fitur-fitur modern seperti panel terisolasi (insulated panel), ventilasi yang memadai, exhaust fan, dan kipas angin untuk menjaga kenyamanan penghuni. Selain itu, fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, jaringan listrik dan pencahayaan, serta sistem pasokan air bersih dan sanitasi yang memadai turut disediakan.

"PT PP senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Kami juga terus mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam hal penanganan dan pemulihan pascabencana," tutup Joko Raharjo, menegaskan dedikasi PTPP dalam menghadapi tantangan pascabencana.

Also Read

Tinggalkan komentar