
PT Waskita Karya (Persero) Tbk semakin memantapkan langkahnya untuk menaklukkan pasar konstruksi di kawasan Timur Tengah. Langkah ekspansi ini didukung penuh oleh rekam jejak gemilang perusahaan dalam mengerjakan berbagai proyek strategis di Arab Saudi. Keberhasilan ini menjadikan Waskita Karya sebagai salah satu kontraktor kebanggaan Indonesia yang telah mengantongi lisensi operasional lengkap serta memiliki kehadiran resmi yang kokoh di negara tersebut.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menegaskan bahwa pengalaman berharga dalam menggarap sejumlah proyek berskala besar di Arab Saudi menjadi modal utama bagi perusahaan dalam menangkap peluang emas di sektor pembangunan infrastruktur yang terus berkembang pesat di Timur Tengah. Salah satu bukti nyata dari keunggulan Waskita Karya adalah partisipasinya dalam renovasi area mataf, atau area tawaf yang mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Makkah. Proyek monumental ini merupakan bagian integral dari King Abdullah Makkah Extension (KAME), sebuah inisiatif perluasan yang sangat penting.
Proyek renovasi mataf yang berhasil diselesaikan oleh Waskita Karya pada tahun 2013 ini memiliki nilai kontrak yang signifikan, mencapai 59 juta riyal Saudi. Tujuan utama dari renovasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas area tawaf secara drastis, sehingga mampu menampung jumlah jamaah yang jauh lebih besar. Sebelum dilakukan renovasi, mataf hanya mampu menampung sekitar 48 ribu jamaah dalam satu waktu. Namun, setelah proyek rampung, kapasitasnya melonjak hingga melebihi 105 ribu jamaah. Peningkatan kapasitas ini memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan aman bagi para jamaah yang menjalankan ibadah.
Ermy Puspa Yunita menyampaikan rasa bangganya, "Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jamaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jamaah. Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia internasional." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Waskita Karya melihat proyek ini sebagai kontribusi nyata terhadap kemaslahatan umat secara global.
Dalam pengerjaan proyek mataf yang kompleks ini, Waskita Karya menerapkan metode konstruksi inovatif, termasuk penggunaan teknik formwork slab dan cantilever beam. Penggunaan metode ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan presisi dalam setiap detail konstruksi, tetapi juga secara signifikan mendukung efisiensi waktu dan biaya pengerjaan proyek. Pendekatan yang cermat dan terukur ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Waskita Karya dalam menyelesaikan proyek-proyek berskala internasional.
Selain proyek mataf yang prestisius, Waskita Karya juga telah menorehkan jejaknya melalui berbagai proyek penting lainnya di Arab Saudi. Di antaranya adalah pembangunan King Saud Fitness College pada tahun 2011, King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh yang diselesaikan pada tahun 2009, serta partisipasi dalam pembangunan kawasan bisnis prestisius King Abdullah Financial District (KAFD) yang berlangsung dari tahun 2010 hingga 2012.
Tidak berhenti di situ, Waskita Karya juga terlibat aktif dalam pembangunan Jeddah Flyover yang merupakan infrastruktur vital di Jeddah, serta King Faisal Specialist Hospital yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan terkemuka di kota tersebut. Keterlibatan dalam beragam jenis proyek ini, mulai dari infrastruktur transportasi hingga fasilitas kesehatan dan pendidikan, menunjukkan fleksibilitas dan kapabilitas Waskita Karya dalam menangani berbagai tantangan konstruksi.
Ermy Puspa Yunita menambahkan bahwa pengalaman-pengalaman tersebut semakin memperkuat posisi Waskita Karya sebagai kontraktor nasional yang memiliki kredibilitas tinggi dalam mengerjakan proyek-proyek berskala internasional. Selama satu dekade terakhir, perusahaan ini telah berkontribusi dalam pembangunan lebih dari 100 proyek infrastruktur di berbagai sektor. "Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir," ujar Ermy, menggarisbawahi rekam jejak panjang dan konsisten perusahaan.
Ke depan, Waskita Karya memiliki ambisi besar untuk terus memperluas portofolio proyeknya di kancah internasional, dengan fokus utama pada Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah yang menjanjikan. Untuk mewujudkan ambisi ini, perusahaan sedang menyiapkan serangkaian strategi yang matang. Salah satu strategi kunci adalah memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan peluang Waskita Karya dalam mengikuti dan memenangkan tender proyek-proyek infrastruktur yang strategis di kawasan tersebut. Dengan landasan pengalaman yang kuat dan visi ekspansi yang jelas, Waskita Karya siap mengukir prestasi lebih tinggi di panggung global.











