KAI Kembangkan Jaringan Kereta Sumatera Rp350 T

Budi Santoso

KAI Kembangkan Jaringan Kereta Sumatera Rp350 T

PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah merencanakan pengembangan besar-besaran jaringan kereta api di Pulau Sumatera, dengan estimasi nilai proyek mencapai US$ 20-25 miliar atau setara dengan Rp 350 triliun. Proyek ambisius ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas yang terintegrasi dari ujung barat ke ujung selatan pulau, menghubungkan Banda Aceh dengan Bandar Lampung. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat infrastruktur transportasi di Sumatera.

Bobby menyoroti kondisi jaringan kereta api di Sumatera saat ini yang masih terfragmentasi. Saat ini, operasional kereta api masih terbatas pada beberapa segmen, seperti rute Bandar Lampung-Palembang, Bandar Lampung-Lubuk Linggau, wilayah Medan, serta sebagian di Sumatera Barat. Keterpisahan jalur ini menjadi tantangan utama yang akan diatasi melalui proyek pengembangan ini.

Prioritas utama KAI dalam tahap awal adalah menghubungkan Banda Aceh dengan Besitang, sebuah lintasan sepanjang 478 kilometer. Perencanaan teknis (Detail Engineering Design/DED) untuk proyek ini sedang dalam proses persiapan. Bobby merinci bahwa total investasi untuk pengembangan jaringan Sumatera dari ujung ke ujung diperkirakan mencapai US$ 20 miliar hingga US$ 25 miliar.

Dalam Rencana Kerja dan Roadmap Transformasi Korporasi Tahun 2026-2030, yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kenyamanan, proyek prioritas tahap awal akan difokuskan di Sumatera Utara dan Aceh. Hal ini mencakup reaktivasi jalur mati sepanjang 478 kilometer, dengan rincian lintasan Lhokseumawe-Langsa-Besitang sepanjang 248 kilometer. Selain itu, terdapat rencana reaktivasi jalur Banda Aceh-Sigli (80 kilometer) dan Sigli-Bireuen-Lhokseumawe (sekitar 150 kilometer). Reaktivasi jalur mati juga akan dilakukan di Sumatera Barat dengan total panjang 248 kilometer.

Baca Juga :  Agen BRILink Ubah Nasib, Raih Rumah Impian & Kuliahkan Anak

Tidak hanya reaktivasi, KAI juga menyiapkan pembangunan jalur baru sepanjang 1.110 kilometer yang telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS). Beberapa koridor jalur baru yang direncanakan meliputi Rantau Prapat-Dumai, Duri-Pekanbaru, Pekanbaru-Rengat, Rengat-Jambi, Kertapati-Tarahan-Bakauheni, serta Lubuklinggau-Bengkulu.

Proyek strategis lainnya adalah pembangunan angkutan batu bara dari Tanjung Enim Baru ke Tarahan II, dengan total panjang 313 kilometer. Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan jalur baru, tetapi juga peningkatan kapasitas jalur yang sudah ada. Diperkirakan, biaya pembangunan jalur kereta api baru mencapai sekitar Rp 20 miliar per kilometer untuk jalur tunggal (single track). Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera secara signifikan.

Also Read

Tinggalkan komentar