
Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan daftar saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Total terdapat 12 saham yang masuk dalam kategori ini, yang menandakan mayoritas sahamnya dikuasai oleh segelintir pihak. Pengumuman ini bertujuan untuk memberikan transparansi kepada investor mengenai struktur kepemilikan saham emiten.
Dua saham terbaru yang ditambahkan ke dalam daftar HSC adalah PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO). Saham TCPI masuk dalam kategori HSC per tanggal 25 Mei 2026, di mana segelintir pihak secara agregat menguasai 94,10% dari total saham, baik dalam bentuk warkat maupun tanpa warkat. Emiten yang bergerak di sektor energi ini menunjukkan tingkat konsentrasi kepemilikan yang signifikan.
Selanjutnya, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) juga masuk kategori HSC berdasarkan metodologi penentuan per tanggal 26 Mei 2026. Kepemilikan saham MGRO oleh segelintir pihak mencapai 93,76% dari total saham perseroan. Angka ini juga menunjukkan adanya dominasi kepemilikan oleh sekelompok kecil investor.
Meskipun masuk dalam kategori HSC, BEI menegaskan bahwa kedua saham tersebut, beserta saham lain yang masuk dalam daftar, tidak melanggar ketentuan pasar modal yang berlaku. Kristian S. Manullang, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, menyatakan bahwa pengumuman HSC tidak serta merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Kategori ini lebih berfungsi sebagai alat pengawasan dan informasi bagi para pelaku pasar.
Konsentrasi kepemilikan tinggi pada suatu saham dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti strategi investasi jangka panjang oleh investor institusional besar, kepemilikan mayoritas oleh pendiri atau keluarga pendiri, atau adanya pemegang saham pengendali yang kuat. Meskipun dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai likuiditas saham atau potensi manipulasi, BEI memiliki mekanisme pengawasan untuk mendeteksi dan menindak aktivitas yang melanggar.
Berikut adalah daftar lengkap 12 saham yang masuk kategori HSC per data terbaru yang dirilis oleh BEI:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Rockfields Properti Indonesia (ROCK)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
Para investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk struktur kepemilikan saham, sebelum membuat keputusan investasi. Pengumuman HSC dari BEI ini menjadi salah satu informasi penting yang dapat digunakan sebagai bahan analisis tambahan.











