TMAS Bagikan Dividen Rp 228 M, Siapkan Rp 2,5 T untuk Capex 2026

Budi Santoso

TMAS Bagikan Dividen Rp 228 M, Siapkan Rp 2,5 T untuk Capex 2026

PT TEMAS Tbk (TMAS) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 228 miliar atau Rp 4 per saham untuk tahun buku 2025, yang setara dengan sekitar 40% dari laba bersih perseroan. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Selasa (2/6/2026). Direktur Utama TMAS, Ricky Effendi, menegaskan komitmen perusahaan untuk membagikan dividen kas minimal setahun sekali, sesuai kebijakan rasio pembayaran dividen 30% dari laba bersih jika melebihi Rp 30 miliar.

Selain pembagian dividen, TMAS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 2,5 triliun untuk tahun 2026. Dana ini akan difokuskan untuk pembelian kapal baru, peremajaan armada, pengadaan alat penunjang pelabuhan, serta pembangunan infrastruktur pelabuhan. Direktur Business Development TMAS, Ganny Zheng, menyatakan bahwa ekspansi kapasitas ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di tengah pesatnya industri angkutan kontainer nasional.

Fokus TMAS pada tahun 2026 adalah meningkatkan kapasitas layanan dan efisiensi operasional. Perusahaan akan melanjutkan ekspansi armada sebagai bagian dari strategi skalabilitas operasional untuk menjaga efisiensi dan daya saing. Selain itu, TMAS tengah mempersiapkan operasional pabrik LNG yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2026. Perusahaan juga memperluas layanan logistik terintegrasi dan melanjutkan kerja sama build operate transfer (BOT) dengan PT Pelindo Terminal Petikemas untuk perluasan dermaga di Tanjung Priok dari 340 meter menjadi 485 meter, sebagai fondasi kapasitas jangka panjang.

Baca Juga :  Prabowo dan Rosan Percepat Hilirisasi 13 Titik di Berbagai Sektor

TMAS menargetkan pendapatan jasa sebesar Rp 5,53 triliun pada 2026, tumbuh lebih dari 27% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 4,34 triliun. Peningkatan ini akan didorong oleh pembukaan rute baru dan optimalisasi tingkat keterisian muatan (load factor) armada. Pada tahun 2025, TMAS berhasil menambah tujuh kapal baru, meningkatkan kapasitas angkut sebesar 17%, sehingga total armada kini berjumlah 57 kapal dengan kapasitas angkut 28.542 TEUs dan bobot mati 464.701 DWT. Rata-rata usia armada juga terus membaik, turun menjadi 13 tahun pada 2025 dari 15 tahun pada 2023.

Dari sisi kinerja finansial, TMAS membukukan pendapatan jasa Rp 4,34 triliun pada 2025, naik tipis 0,1% dari tahun sebelumnya, dengan pendapatan domestik mencapai Rp 4,13 triliun. Laba bersih perusahaan sebesar Rp 553 miliar mengalami penurunan 23,3% dibandingkan tahun 2024 (Rp 722 miliar), yang disebabkan oleh tidak adanya keuntungan pelepasan aset tetap dan kenaikan biaya operasional akibat volatilitas harga bahan bakar bunker. Meskipun demikian, total aset TMAS menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 19,9% menjadi Rp 5,29 triliun.

Menghadapi tahun 2026, TMAS optimis dapat melanjutkan strategi yang telah dicanangkan, termasuk penambahan dan peremajaan armada baru serta pengembangan kapal ramah lingkungan. Perusahaan terus memantau perkembangan geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga bahan bakar dan rantai pasok. Ricky Effendi menegaskan bahwa kualitas layanan dan keselamatan armada tetap menjadi prioritas utama TMAS, mengacu pada standar industri pelayaran nasional dan internasional.

Baca Juga :  Prabowo Beri Arahan ke Rosan Terkait Percepatan Hilirisasi Nasional

Also Read

Tinggalkan komentar