
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, aktif menjalin dialog dengan para petinggi perusahaan global terkemuka di Paris, Prancis, dalam upaya memperkuat kemitraan investasi Indonesia. Pembahasan yang dilakukan mencakup spektrum luas, mulai dari strategi investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis serta hilirisasi, hingga inovasi terkini dalam infrastruktur perkotaan. Rosan secara spesifik menyebutkan diskusi dengan perusahaan-perusahaan ternama seperti Amundi, Eramet, dan JCDecaux, menegaskan bahwa pembangunan kemitraan global yang kokoh membutuhkan dialog yang berkelanjutan, pemahaman mendalam atas kepentingan bersama kedua negara, serta pandangan jangka panjang yang jelas.
Melalui unggahan di media sosialnya, Rosan Roeslani merinci fokus percakapan, "Di Paris, kami berdiskusi dengan perusahaan global terkemuka di berbagai sektor, mulai dari investasi dan pengelolaan aset, pengembangan industri strategis dan hilirisasi, hingga inovasi infrastruktur perkotaan. Beberapa di antaranya adalah Amundi, Eramet, dan JCDecaux." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menarik investasi berkualitas dan membangun kolaborasi strategis dengan pemain global.
Lebih lanjut, Rosan juga menyoroti peluncuran Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis sebagai momen krusial dalam memperkokoh hubungan ekonomi kedua negara. Forum prestisius ini, yang disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron, berhasil mempertemukan para pemimpin industri dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai angka fantastis, yaitu US$ 1,3 triliun.
Hasil konkret dari pertemuan tersebut sangat menggembirakan. Rosan melaporkan bahwa forum ini membuahkan empat kesepakatan komersial baru dengan nilai total US$ 3,5 miliar. Kesepakatan-kesepakatan ini memiliki fokus utama pada sektor ketahanan energi, peningkatan volume perdagangan, serta penguatan kerja sama di bidang pertahanan. Capaian ini melanjutkan momentum positif dari kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada Mei 2025, yang sebelumnya telah menghasilkan 27 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai investasi melebihi US$ 11 miliar.
Rosan menjelaskan peran vital Dewan Bisnis Tingkat Tinggi, "Disaksikan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron, forum ini mempertemukan pemimpin industri dengan kapitalisasi pasar gabungan US$ 1,3 triliun. Pertemuan ini menghasilkan 4 kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar." Ia menambahkan bahwa pembentukan dewan bisnis ini bertujuan untuk memastikan implementasi komitmen investasi berjalan secara efektif dan mempercepat realisasi berbagai bentuk kerja sama yang telah disepakati.
Dalam visi jangka panjang, Indonesia dan Prancis memiliki target ambisius untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Upaya-upaya diplomasi ekonomi yang dipimpin oleh Rosan Roeslani di Paris ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan target tersebut dan memperdalam sinergi ekonomi antara kedua negara.











