
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), badan usaha milik negara (BUMN) yang akan mengelola ekspor sumber daya alam (SDA) secara terpusat, dijadwalkan mengumumkan susunan petinggi mereka pada pekan ini. Hingga saat ini, baru nama Luke Thomas Mahony yang telah dipastikan menjabat sebagai Direktur Utama DSI. Pengumuman nama-nama petinggi lainnya diharapkan dapat segera menyusul, memberikan gambaran lengkap mengenai tim yang akan memimpin perusahaan strategis ini.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam konferensi pers persiapan operasional DSI di Wisma Danantara, Jakarta, Minggu (31/5/2026), menyatakan bahwa proses seleksi calon petinggi DSI tengah berlangsung secara ketat. Dony memastikan bahwa seluruh proses ini akan diawasi secara cermat untuk menjamin integritas dan profesionalisme tim yang terpilih. Keberadaan tim yang solid dan kompeten menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah besar untuk mengelola kekayaan alam Indonesia.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa tim DSI akan diperkuat dengan kolaborasi lintas kementerian. Orang-orang dari Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM akan turut berkontribusi dalam tim DSI. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang komprehensif dan efektif, memanfaatkan keahlian dari berbagai instansi pemerintah. "Kami memastikan bahwa perusahaan yang dibentuk itu nanti akan berjalan dengan transparan dan dapat diawasi oleh seluruh masyarakat Indonesia," tegas Dony, menekankan komitmen DSI terhadap prinsip keterbukaan dan akuntabilitas.
Selain fokus pada pengembangan sumber daya manusia, DSI juga tengah giat mengembangkan sistem teknologi yang canggih untuk menunjang operasionalnya. Pengembangan teknologi ini penting untuk memastikan efisiensi, keamanan, dan kemudahan dalam seluruh proses pengelolaan ekspor SDA. Harapan besar DSI adalah agar pengelolaan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat. "Tentu harapannya adalah bahwa ini amanah besar yang dititipkan oleh masyarakat Indonesia untuk mengelola sumber daya-sumber daya alam kita menjadi memberikan manfaat yang maksimal," ujar Dony.
Sebagai informasi tambahan, PT DSI akan menjadi pintu tunggal untuk ekspor sumber daya alam strategis seperti batu bara, kelapa sawit, dan paduan besi (ferroalloy). Kebijakan ini akan mulai diimplementasikan pada 1 Juni 2026 sebagai masa transisi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan ekspor, mengoptimalkan pendapatan negara, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global. Dengan tim yang kuat dan sistem yang terintegrasi, DSI diharapkan mampu menjalankan mandatnya dengan baik dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Transparansi dan pengawasan publik akan menjadi pilar utama dalam operasional DSI, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil senantiasa demi kepentingan bangsa dan negara.











