
Perusahaan keamanan siber terkemuka, Zentara Technologies, telah mencatatkan sejarah baru dengan meraih sertifikasi ISO/IEC 42001:2023, standar internasional pertama yang dirancang khusus untuk sistem manajemen kecerdasan buatan (AI). Pencapaian ini menandai komitmen kuat Zentara Technologies dalam menerapkan tata kelola AI yang bertanggung jawab dan aman di tengah pesatnya adopsi teknologi AI di berbagai sektor. Sertifikasi yang diterbitkan oleh Prescient Security di bawah akreditasi International Accreditation Service (IAS) ini mengukuhkan posisi Zentara Technologies sebagai salah satu pelopor keamanan siber di Indonesia yang secara resmi diakui dalam pengelolaan AI.
Regal Rauniyar Star, CEO Zentara Technologies, menyatakan bahwa peraihan sertifikasi ISO/IEC 42001 ini merupakan bukti nyata dari dedikasi perusahaan untuk memastikan penggunaan AI yang etis dan terkelola dengan baik. "Standar ini menunjukkan pentingnya tata kelola AI yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama bagi sektor yang memiliki regulasi ketat," ujar Rauniyar Star pada Jumat, 29 Mei 2026. Sertifikasi ini mencakup seluruh siklus hidup AI, mulai dari pengumpulan dan pengelolaan data, pengembangan model, implementasi, pemantauan berkelanjutan, hingga penanganan insiden dan penghentian sistem AI. Proses audit yang ketat dilakukan dalam dua tahap, menilai secara mendalam implementasi kebijakan dan kontrol yang telah diterapkan dalam operasional sehari-hari perusahaan.
Lingkup sertifikasi ini meliputi berbagai aspek krusial dalam ekosistem AI Zentara Technologies, termasuk platform pemantauan keamanan siber yang memanfaatkan AI, sistem penilaian kerentanan berbasis AI yang canggih, serta infrastruktur cloud yang menjadi tulang punggung operasionalnya. Audit juga melibatkan tinjauan komprehensif terhadap berbagai fungsi organisasi, mulai dari tim keamanan siber, teknologi informasi, kepatuhan dan keamanan informasi, pengadaan, sumber daya manusia, departemen legal, hingga tim riset dan pengembangan. Sebelumnya, Zentara Technologies juga telah berhasil memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001 yang berfokus pada sistem manajemen keamanan informasi, semakin memperkuat fondasi keamanan mereka.
Darian Kuswanto, President dan Co-founder Zentara Technologies, menambahkan bahwa sertifikasi ISO/IEC 42001 ini menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengawasan dan kontrol terhadap seluruh penggunaan AI. "Sistem manajemen AI yang kami terapkan mencakup inventaris model AI yang terperinci, pembentukan komite tata kelola lintas fungsi, prosedur evaluasi model yang transparan, pengawasan manusia yang efektif, hingga mekanisme audit dan respons insiden berbasis AI yang responsif," jelas Kuswanto. Ia menekankan bahwa kebutuhan akan tata kelola AI yang jelas dan terstruktur akan semakin krusial, terutama bagi sektor-sektor vital seperti perbankan, pemerintahan, dan infrastruktur kritis yang semakin mengintegrasikan AI dalam operasional mereka.
Pentingnya ISO/IEC 42001 tidak hanya terbatas pada pengakuan internal perusahaan, tetapi juga mulai menjadi acuan global dalam pengembangan regulasi AI di berbagai negara. Standar ini telah diselaraskan dengan kerangka kerja tata kelola AI global terkemuka, termasuk EU AI Act dan berbagai inisiatif tata kelola AI di kawasan Asia, menunjukkan relevansinya yang luas dalam membentuk masa depan AI yang aman dan bertanggung jawab. Peraihan sertifikasi ini menjadikan Zentara Technologies sebagai contoh positif dalam industri keamanan siber, menunjukkan bahwa inovasi dalam AI dapat berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap standar tata kelola yang ketat.











