
Dalam pertemuan bilateral di Paris, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sepakat bahwa stabilitas di kawasan Timur Tengah memegang peranan vital dalam menjaga pasokan energi dunia serta rantai pasok global. Pernyataan ini disampaikan Prabowo usai diskusi mendalam dengan Macron, menekankan bahwa gejolak sekecil apapun di wilayah tersebut berpotensi besar mengganggu ketersediaan energi secara global. "Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global," ujar Prabowo, mengutip pernyataan pers bersama yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat, 29 Mei 2026. Ia menambahkan, "Karena itu perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama."
Prabowo juga menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Prancis dalam mendorong dukungan internasional untuk implementasi solusi dua negara sebagai kerangka penyelesaian konflik Palestina-Israel. Indonesia, menurutnya, teguh pada pendirian bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa adanya solusi dua negara yang adil bagi rakyat Palestina. "Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina," tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Macron menyoroti secara spesifik dampak negatif konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global. Ia secara khusus menyoroti situasi genting di Selat Hormuz, yang merupakan jalur logistik energi paling krusial di dunia. Macron menyerukan agar selat tersebut dapat dilalui secara bebas tanpa hambatan atau upaya privatisasi. "Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membawa dampak besar terhadap ekonomi kita," ujar Macron dalam kesempatan yang sama, menekankan urgensi stabilitas di kawasan tersebut.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk terus berupaya mendorong perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Kedua pemimpin menyadari bahwa ancaman terhadap pasokan energi global, yang salah satunya berasal dari ketegangan di wilayah tersebut, dapat berdampak luas pada stabilitas ekonomi dan keamanan internasional. Solusi diplomatik dan penegakan hukum internasional dianggap sebagai kunci untuk meredakan ketegangan dan memastikan kelancaran arus energi serta perdagangan global. Diskusi ini mencerminkan kesamaan pandangan antara Indonesia dan Prancis dalam memandang isu-isu global yang kompleks, serta pentingnya kerja sama internasional dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Penguatan diplomasi dan dialog konstruktif menjadi prioritas utama dalam upaya menjaga perdamaian dan mencegah eskalasi konflik yang dapat merugikan banyak pihak, terutama dalam hal pasokan energi yang vital bagi kelangsungan peradaban modern.











