
Perusahaan migas raksasa asal Inggris, British Petroleum (BP), baru saja mengumumkan berita mengejutkan mengenai pemecatan Chairman Albert Manifold. Keputusan drastis ini diambil setelah Manifold menjabat posisi tersebut kurang dari satu tahun, dan alasan utamanya adalah pelanggaran tata kelola, pengawasan, dan etika. Meskipun BP menolak untuk merinci secara spesifik pelanggaran yang dituduhkan, perusahaan menegaskan bahwa keputusan untuk mencopot Manifold telah diambil secara bulat oleh dewan komisaris. Dampak langsung dari pengumuman ini terasa di pasar modal, di mana saham BP di bursa London mengalami penurunan tajam, anjlok hingga 9% sesaat setelah berita tersebut tersiar. Pada penutupan perdagangan, saham BP tercatat turun 4% dari nilai sebelumnya, ditutup pada level 5,29 euro per lembar saham.
Amanda Blanc, Direktur Independen Senior BP, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh CNN, mengungkapkan rasa terkejut dan kecewa dewan komisaris terhadap masalah pengawasan tata kelola dan etika yang dianggap tidak dapat diterima. "Albert telah membantu memberikan fokus dan ritme yang baik bagi transformasi BP. Namun, dewan komisaris merasa terkejut dan kecewa setelah mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan etika yang dianggap tidak dapat diterima, sehingga kami mengambil tindakan tegas," ujar Blanc. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa temuan mengenai pelanggaran tersebut cukup serius untuk memicu tindakan segera dan tegas dari jajaran pimpinan perusahaan.
Menanggapi pemecatan yang mendadak ini, Albert Manifold buka suara dan memberikan bantahan keras terhadap keputusan sepihak yang diambil oleh BP. Melalui pernyataannya, Manifold dengan tegas menolak segala tuduhan yang diarahkan kepadanya terkait perilaku. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan membiarkan narasi yang dianggapnya palsu ini beredar tanpa perlawanan. Manifold mengungkapkan kekecewaannya karena pemecatan ini dilakukan secara mendadak dan tanpa penjelasan yang memadai. Ia mengklaim telah bekerja keras selama masa jabatannya untuk mendorong transformasi di BP, termasuk upaya pemangkasan biaya, melakukan penghematan, serta meningkatkan standar operasional perusahaan. "Saya dicopot tanpa peringatan dan tanpa penjelasan apa pun. Selama masa jabatan, saya telah bekerja keras mendorong perubahan nyata di BP," tegas Manifold, menekankan kontribusinya yang signifikan.
Terlepas dari gejolak internal yang terjadi terkait pergantian pucuk pimpinan, kondisi keuangan BP secara keseluruhan menunjukkan tren positif tahun ini. Harga saham perusahaan tercatat telah mengalami lonjakan sekitar 20% sejak awal tahun. Situasi geopolitik, khususnya perang Iran, justru memberikan keuntungan tak terduga bagi BP. Perusahaan melaporkan lonjakan keuntungan lebih dari dua kali lipat dalam tiga bulan pertama tahun ini, yang sebagian besar disebabkan oleh kemampuannya memanfaatkan fluktuasi tajam harga minyak dunia. Peningkatan keuntungan ini terjadi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan, termasuk pemecatan Chairman yang menimbulkan ketidakpastian. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada masalah tata kelola, operasional bisnis inti BP tetap berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan kinerja finansial yang solid.











