
Pedagang menggunakan lilin untuk penerangan saat pemadaman listrik di Nagari Kasang, Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (23/5/2026). Pemadaman listrik massal masih terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Barat dengan waktu yang bergiliran di masing-masing daerah. Peristiwa blackout yang melanda Sumatra baru-baru ini menjadi pengingat krusial akan pentingnya penguatan jaringan transmisi listrik. Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, menekankan bahwa fokus utama seharusnya tidak hanya pada pembangkit listrik, melainkan juga pada infrastruktur transmisi yang vital dalam menjaga pasokan listrik, terutama pada sistem interkoneksi Sumatra yang membentang lintas provinsi.
Agus menjelaskan bahwa jaringan interkoneksi Sumatra yang luas memerlukan sistem transmisi yang andal untuk mencegah meluasnya gangguan. "Pembangkit sering menjadi perhatian utama, padahal transmisi memegang peran vital karena menjadi jalur utama penyaluran listrik dalam sistem interkoneksi," tegasnya dalam sebuah keterangan di Jakarta, Jumat (29/5/2026). Ia menambahkan bahwa meskipun pengembangan jaringan transmisi, termasuk pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilovolt (kV), telah dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru, proyek-proyek berskala besar ini seringkali mengalami kendala.
Kendala utama yang dihadapi dalam pembangunan transmisi berskala besar ini adalah proses pembebasan lahan dan perizinan lintas wilayah. Agus menguraikan bahwa pembangunan transmisi bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga melibatkan aspek kompleks seperti pembebasan lahan, penyesuaian tata ruang, pengurusan izin lintas wilayah, serta komunikasi yang intensif dengan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur transmisi. Proses-proses ini membutuhkan waktu yang signifikan serta koordinasi yang matang antar berbagai pihak.
Semakin luasnya sistem interkoneksi Sumatra, semakin mendesak pula kebutuhan untuk memperkuat jalur utama penyaluran listrik dan meningkatkan keandalannya antar daerah. Keterlambatan dalam pembangunan transmisi, menurut Agus, berpotensi meningkatkan risiko gangguan sistem, terlebih dengan terus meningkatnya kebutuhan listrik di Sumatra. Oleh karena itu, perhatian serius terhadap penguatan infrastruktur transmisi menjadi kunci untuk memastikan stabilitas pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatra dan menghindari terulangnya insiden pemadaman massal yang merugikan masyarakat dan perekonomian. Pembangunan SUTET 500 kV yang merupakan bagian dari RUPTL terbaru, diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang jika kendala-kendala non-teknis dapat diatasi secara efektif.











