
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengonfirmasi bahwa ketersediaan hewan kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan bahkan surplus sekitar 800 ribu ekor. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat total pasokan hewan kurban nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara perkiraan kebutuhan berkisar antara 2,4 juta hingga 2,5 juta ekor. "Ini artinya, alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya kepada bangsa kita. Di saat situasi sulit perang di mana-mana, kita dalam keadaan yang baik," ujar Sudaryono saat menghadiri penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementan, Jakarta, pada Kamis (28/5/2026).
Surplus ini menunjukkan ketahanan sektor peternakan nasional yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global. Tingginya jumlah hewan kurban juga mencerminkan optimisme dan kemampuan masyarakat untuk tetap melaksanakan ibadah kurban. Kementan juga melaporkan adanya tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Data iSIKHNAS menunjukkan jumlah pemotongan hewan kurban pada tahun 2025 mencapai 2.268.764 ekor, meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 2.033.995 ekor.
Peningkatan partisipasi ini juga terlihat di lingkungan Kementan. Masjid Nurul Iman mencatat rekor penyelenggaraan kurban tertinggi tahun ini dengan total 49 ekor hewan kurban, terdiri dari 41 ekor sapi dan delapan ekor kambing. "Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik, dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja," kata Sudaryono. Jumlah hewan kurban di Masjid Nurul Iman mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, hanya terdapat dua ekor sapi dan 15 ekor kambing. Angka tersebut naik menjadi sembilan ekor sapi dan 10 ekor kambing pada tahun 2025, sebelum melonjak drastis pada tahun 2026.
Sementara itu, di Masjid Istiqlal, penyembelihan hewan kurban Idul Adha juga telah dilaksanakan pada Sabtu (28/5/2026). Total terdapat 78 hewan kurban yang disembelih, meliputi 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Namun, Masjid Istiqlal tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada individu. Daging kurban akan disalurkan kepada masyarakat melalui lembaga-lembaga yang telah didata oleh pihak masjid. Inisiatif ini memastikan distribusi daging kurban dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara terorganisir dan merata.
Kondisi surplus hewan kurban nasional ini menjadi indikator positif bagi sektor peternakan dan kesadaran beribadah masyarakat. Kementan terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kurban, sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan keagamaan. Kebijakan distribusi yang terarah oleh lembaga-lembaga juga diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat dari ibadah kurban.











