Linktown Buka Kantor Cabang Semarang, Perkuat Pasar Properti Joglosemar

Budi Santoso

Linktown Buka Kantor Cabang Semarang, Perkuat Pasar Properti Joglosemar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Linktown, perusahaan yang bergerak di bidang properti, semakin memperluas jejak bisnisnya dengan meresmikan pembukaan kantor cabang baru di Semarang, Jawa Tengah. Langkah strategis ini merupakan upaya Linktown untuk memperkuat penetrasi pasar properti di wilayah Joglosemar, yang mencakup Jogja, Solo, dan Semarang. Wilayah ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan pasar yang sangat menjanjikan, didukung oleh tingginya permintaan dan geliat ekonomi yang terus berkembang.

Co-Founder Linktown, Abel Andy Kurniajaya, menjelaskan bahwa keputusan ekspansi ke Semarang didorong oleh tingginya permintaan pasar properti di Jawa Tengah, khususnya di tiga kota besar tersebut. Selain itu, meningkatnya jumlah pengembang yang menjalin kerja sama eksklusif dengan Linktown semakin memperkuat keyakinan perusahaan untuk memperluas jaringan bisnis di area yang memiliki prospek cerah ini. Semarang dipilih karena perkembangannya yang sangat pesat, didukung oleh infrastruktur yang memadai, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga jaringan jalan tol yang terintegrasi di Pulau Jawa. "Kami melihat potensi besar untuk pertumbuhan transaksi properti di wilayah ini," ujar Abel.

Sebelum kehadiran kantor fisik, Linktown telah aktif berbisnis secara daring di Semarang sejak tahun 2025. Melalui lini bisnis take over pinjaman dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), perusahaan berhasil mencatatkan transaksi senilai Rp 28,5 miliar dari 18 transaksi. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa pasar properti Semarang memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Kehadiran kantor cabang fisik diharapkan mampu menjembatani kebutuhan tim sekaligus meningkatkan fokus perusahaan dalam penjualan properti, baik primary maupun secondary.

Baca Juga :  Pedagang Valas Kaki Lima: Solusi Dolar Rusak di Kwitang

Kantor Semarang ini menandai kantor cabang ke-8 Linktown secara nasional, sekaligus menjadi kantor pertama perusahaan di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, Linktown telah memiliki basis operasional di berbagai kota besar lainnya, termasuk Bekasi, BSD, Kota Wisata, Surabaya, By Walk, Bandung, dan Bali. Keberadaan kantor di Semarang ini semakin mempertegas komitmen Linktown untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Dari perspektif makroekonomi, Deryan Nataniel, Co-Founder Linktown, menambahkan bahwa Semarang memiliki fundamental pasar yang kuat. Pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat mencapai 6,49 persen pada tahun 2025, menjadikannya salah satu pusat bisnis utama di Jawa Tengah. "Selain didukung pertumbuhan developer lokal, tingginya aktivitas ekonomi dan kepadatan penduduk turut menjadi faktor pendorong permintaan properti," tuturnya.

Dalam strategi pemasarannya, manajemen Linktown tetap mengandalkan kekuatan digital marketing sebagai ujung tombak penjualan. Strategi ini terbukti berhasil diterapkan di berbagai kota besar sebelumnya dan kini akan diperluas untuk menjangkau pasar Jawa Tengah secara lebih agresif. "Kami percaya strategi digital marketing yang selama ini menjadi kekuatan Linktown dapat menjawab kebutuhan pasar properti di Semarang, Solo, dan Yogyakarta," kata Deryan.

Selain itu, perkembangan sumber daya manusia di Linktown Semarang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Jika pada akhir tahun lalu jumlah agen masih kurang dari lima orang, kini jumlahnya telah berkembang menjadi lebih dari 20 agen dan diproyeksikan akan terus bertambah seiring dengan ekspansi bisnis perusahaan. Hal ini menunjukkan antusiasme dan kepercayaan para profesional di bidang properti terhadap potensi Linktown di wilayah Jawa Tengah. Dengan langkah ekspansi ini, Linktown semakin memantapkan posisinya sebagai pemain utama dalam industri properti di Indonesia.

Baca Juga :  Kevin Warsh Jadi Bos Baru The Fed, Trump Berharap Suku Bunga Turun

Also Read

Tinggalkan komentar