GOTO Turunkan Potongan Driver Gojek, Pendapatan Naik Jadi 92%

Budi Santoso

GOTO Turunkan Potongan Driver Gojek, Pendapatan Naik Jadi 92%

CEO GoTo, Hans Patuwo, menemui Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, pada Jumat malam untuk melaporkan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebijakan potongan aplikasi bagi driver Gojek. Dalam pertemuan tersebut, GoTo mengonfirmasi akan menurunkan tarif potongan aplikasi menjadi 8%, yang berarti pendapatan pengemudi per pesanan akan meningkat menjadi 92% dari sebelumnya 80%. Informasi ini dibagikan langsung oleh Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet pada Minggu, 24 Mei 2026.

Komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudi ini menjadi sorotan utama. Dengan kenaikan pendapatan menjadi 92% dari setiap transaksi, diharapkan para pengemudi Gojek dapat merasakan peningkatan ekonomi yang signifikan. Teddy Indra Wijaya menyampaikan, "Disampaikan pula komitmen Gojek untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan pendapatan pengemudi, dari 80% menjadi 92% dari setiap transaksi."

Selain membahas kebijakan potongan aplikasi, dalam pertemuan tersebut, Teddy Indra Wijaya juga menerima berbagai masukan dari Hans Patuwo. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mencari solusi terbaik yang tidak hanya berpihak kepada para pengemudi, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem usaha agar tetap sehat dan berkembang. "Presiden menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pengemudi online harus berjalan seiring dengan keberlangsungan bisnis yang adil dan berkelanjutan, di mana aplikator harus tetap memperoleh keuntungan dari bisnis secara wajar dan meningkat," ujar Teddy lebih lanjut.

Baca Juga :  Sate Ayam Barokah: Dari Gerobak ke Ruko, Kisah Sukses Haidir di Mayestik

Hans Patuwo juga memberikan gambaran mengenai skala operasional Gojek di Indonesia. Saat ini, Gojek memiliki sekitar 800 ribu hingga 1 juta pengemudi aktif di seluruh penjuru negeri. Sejak awal beroperasi, total pengemudi yang pernah bergabung tercatat mencapai 3 juta orang, yang meliputi pengemudi yang masih aktif, paruh waktu, maupun yang sudah tidak aktif lagi mengemudi. Angka ini menunjukkan betapa masifnya peran Gojek dalam menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Peningkatan kesejahteraan pengemudi online menjadi prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Langkah Gojek menurunkan tarif potongan aplikasi ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan ekonomi yang lebih berkeadilan. Diharapkan kebijakan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan para pengemudi, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis Gojek secara berkelanjutan, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Keseimbangan antara kesejahteraan pekerja dan keberlangsungan bisnis menjadi kunci utama dalam pembangunan ekonomi digital yang inklusif.

Also Read

Tinggalkan komentar