Jakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik TransJakarta pada 2030

Budi Santoso

Jakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik TransJakarta pada 2030

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penggunaan hingga 10.000 armada bus listrik TransJakarta pada tahun 2030. Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, menyatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta memiliki perhatian besar terhadap pengembangan transportasi publik berbasis listrik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan emisi karbon dan mengurangi polusi udara di ibu kota. Moeldoko menyampaikan target ambisius ini dalam konferensi pers peluncuran Periklindo Electric Vehicle Show 2026 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Realisasi target tersebut akan dilakukan secara bertahap, dengan penambahan sekitar 2.000 unit bus listrik setiap tahunnya. Moeldoko menilai bahwa penggunaan bus listrik tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi operasional transportasi publik serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat pengguna TransJakarta. Selain itu, armada listrik sejalan dengan transformasi TransJakarta menuju sistem transportasi rendah emisi dan mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Untuk mendukung program ini, sejumlah perusahaan swasta telah menjalin kerja sama. PT Kalista Nusa Armada (Kalista Group) dan PT Energi Makmur Buana (INVI) secara resmi berkolaborasi dengan tiga operator TransJakarta: PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana, PT Bayuholong Persada, dan Koperasi Jasa Angkutan Arief Rachman Hakim. Kolaborasi ini menyatukan peran masing-masing pihak, mulai dari penyedia solusi ekosistem kendaraan listrik, penyedia armada bus listrik, hingga operator transportasi publik.

Baca Juga :  Prancis Berterima Kasih Indonesia Buka Pasar Susu dan Daging Sapi

Model kerja sama ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan dalam implementasi kendaraan listrik di sektor transportasi publik, termasuk kebutuhan investasi awal yang besar, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta keberlanjutan operasional armada. Direktur Pengembangan Bisnis Kalista Group, Yoga Adiwinarto, menekankan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan merupakan faktor krusial dalam mempercepat elektrifikasi transportasi publik di Indonesia.

"TransJakarta menargetkan 100 persen elektrifikasi pada 2030 dengan lebih dari 10 ribu armada," ujar Yoga. Ia menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat implementasi bus listrik secara terukur, sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi publik yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan. Upaya ini menunjukkan komitmen kuat Jakarta dalam bertransformasi menuju kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan melalui elektrifikasi sektor transportasi. Dengan dukungan dari berbagai pihak, target penggunaan 10.000 bus listrik pada tahun 2030 diharapkan dapat tercapai, memberikan dampak positif yang signifikan bagi kualitas udara dan kenyamanan warga Jakarta. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif, termasuk infrastruktur pendukung dan model bisnis yang berkelanjutan, menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan operator transportasi menjadi pondasi penting dalam mewujudkan visi transportasi publik yang bersih dan modern di ibu kota.

Also Read

Tinggalkan komentar