Prabowo Minta Bank Himbara Prioritaskan UMKM & Pengusaha Muda

Budi Santoso

Prabowo Minta Bank Himbara Prioritaskan UMKM & Pengusaha Muda

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mengalihkan fokus pembiayaan mereka agar lebih berpihak pada masyarakat kecil dan pelaku usaha baru. Beliau mengkritik praktik perbankan yang dinilainya selama ini terlalu menguntungkan kelompok pengusaha besar yang sudah mapan. Dalam sebuah rapat paripurna di DPR RI, Prabowo dengan tegas meminta bank-bank Himbara untuk bersikap "patriotik", tidak terus-menerus memberikan kredit kepada pihak yang sama, yaitu orang-orang yang sudah kaya. Ia menekankan bahwa pengusaha besar yang telah lama menerima fasilitas kredit dari pemerintah seharusnya sudah mampu berdiri mandiri dan mencari sumber pendanaan lain. "Kalau dia sudah lama terima kredit dari pemerintah, ya sudah berjuang dong. Masa terus menerus dikasih kepada mereka," ujar Prabowo, menyiratkan perlunya pemerataan akses permodalan.

Lebih lanjut, Prabowo menyoroti ketidakadilan dalam skema bunga pinjaman yang diberlakukan kepada masyarakat kecil. Ia menemukan fakta bahwa masyarakat miskin justru dibebani bunga pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan besar. Fenomena ini dianggapnya tidak masuk akal dan mendesak untuk segera diubah. "Kemudian orang miskin disuruh bayar bunga lebih tinggi dari pengusaha besar, ini saya kira sudah di luar akal sehat. Saya perintahkan bank pemerintah ubah, turunkan bunga untuk rakyat miskin," tegasnya. Perintah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial bagi kelompok rentan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Baca Juga :  Menhub Dudy Evaluasi Taksi Green SM Terkait Tabrakan Kereta di Bekasi

Selain fokus pada UMKM, Presiden Prabowo juga menginstruksikan bank-bank pelat merah untuk membuka ruang lebih besar bagi generasi muda agar dapat berkembang menjadi pengusaha baru. Pemerintah, menurutnya, tengah mempersiapkan skema pembiayaan khusus bagi para startup yang digagas oleh anak muda, terutama setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Tujuannya adalah untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (ASN), melainkan juga berani terjun dan bersaing di dunia usaha. "Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN. Harus berani bersaing di dunia usaha. Begitu selesai pendidikan, kita harus beri kredit startup," ungkapnya.

Prabowo menilai langkah ini sangat krusial untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok usaha. Ia berpendapat bahwa penting untuk mendorong pertumbuhan pengusaha-pengusaha baru yang kuat. "Kita harus dorong mereka tumbuh jadi pengusaha-pengusaha baru yang kuat. Demokrasi ekonomi artinya jangan yang itu-itu saja," tambahnya, menekankan pentingnya diversifikasi dan pemerataan kesempatan dalam lanskap ekonomi nasional. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bisnis yang lebih dinamis dan berkeadilan.

Also Read

Tinggalkan komentar