KSP Tinjau Sekolah Rakyat Jabar II, Progres 65,24% Lampaui Target

Budi Santoso

KSP Tinjau Sekolah Rakyat Jabar II, Progres 65,24% Lampaui Target

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman secara langsung memantau kemajuan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Barat II di Cikarang, Kabupaten Bekasi, pada Senin (18/5). Proyek prestisius yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekolah ini dirancang untuk menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa, terbagi dalam 36 rombongan belajar untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kunjungan KSP ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung untuk memastikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan sesuai jadwal dan mencapai sasaran. Dudung menegaskan, "Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden, tentunya saya dari KSP ini adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara langsung program prioritas unggulan Bapak Presiden. Salah satunya adalah sekolah rakyat."

Data per 17 Mei 2026 menunjukkan progres fisik pembangunan telah mencapai 65,24 persen, melampaui target rencana awal yang ditetapkan sebesar 53,66 persen. Hal ini menunjukkan deviasi positif sebesar 11,58 persen, menandakan percepatan yang signifikan. Penyelesaian struktur bangunan bahkan telah mencapai 89,5 persen, dengan fokus pekerjaan saat ini beralih ke tahap penyelesaian akhir (finishing) arsitektur, sistem Mechanical, Electrical and Plumbing (MEP), serta pengadaan furnitur. KSP mengapresiasi upaya percepatan pembangunan ini dan berharap proyek dapat rampung tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Baca Juga :  Irfan Setiaputra Pimpin Komisaris Anabatic, Gantikan Jonan

Untuk memastikan penyelesaian proyek berjalan optimal dan sesuai target, koordinasi antar kementerian dan lembaga terus ditingkatkan. Dukungan terhadap penyediaan utilitas dasar seperti listrik, air bersih, sanitasi, serta pengamanan kawasan asrama menjadi prioritas. Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian proyek strategis ini. "Brantas Abipraya berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dalam pembangunan Sekolah Rakyat sebagai sarana pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan progres saat ini yang telah mencapai 65,24 persen, kami optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target melalui percepatan pekerjaan finishing, optimalisasi sumber daya, serta penerapan strategi adaptif terhadap kondisi cuaca di lapangan," ujarnya.

Saat ini, Brantas Abipraya terus memaksimalkan mobilisasi tenaga kerja dan peralatan konstruksi demi menjaga produktivitas proyek. Tercatat, sekitar 795 orang tenaga kerja terlibat di lapangan untuk mendukung percepatan penyelesaian sisa pekerjaan dalam kurun waktu 39 hari ke depan. Sekolah Rakyat Jawa Barat II diharapkan menjadi fasilitas pendidikan unggulan yang tidak hanya menyediakan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga asrama yang memadai bagi masyarakat. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pemerataan pembangunan sumber daya manusia di seluruh Indonesia, membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan yang lebih baik.

Also Read

Tinggalkan komentar