Pemerintah Siapkan Rp 2 T/Hari, Pembelian Obligasi Masih Rendah

Budi Santoso

Pemerintah Siapkan Rp 2 T/Hari, Pembelian Obligasi Masih Rendah

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2 triliun setiap hari untuk membeli obligasi negara guna menjaga stabilitas pasar. Namun, realisasi pembelian hingga saat ini masih tergolong kecil, yaitu sekitar Rp 600 miliar. Angka ini mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar obligasi belum mencapai level yang mengkhawatirkan, sehingga intervensi pemerintah belum perlu dilakukan secara masif. Purbaya menekankan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah untuk memastikan harga obligasi tetap terkendali di tengah fluktuasi pasar.

Pemerintah mulai aktif di pasar obligasi sejak Kamis pekan lalu, dan Purbaya menyatakan akan terus memantau perkembangan untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya. Ia menjelaskan bahwa strategi yang dijalankan saat ini masih dalam ranah pengelolaan kas pemerintah (cash management). Jika kondisi pasar memburuk, pemerintah siap mengaktifkan skema bond stabilization framework yang melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Namun, saat ini, situasi pasar masih dianggap relatif stabil dan belum memerlukan pelibatan lembaga eksternal secara penuh.

Langkah intervensi di pasar obligasi ini diambil seiring dengan menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. Penguatan dolar AS telah mendorong nilai tukarnya menyentuh kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Sebelumnya, Purbaya telah menyampaikan komitmen untuk melakukan intervensi pasar obligasi sebesar Rp 2 triliun per hari, dengan harapan rupiah akan kembali menguat dalam waktu dekat. Ia optimistis bahwa dengan masuknya pemerintah secara bertahap ke pasar obligasi dan masuknya investor asing, pasar akan menjadi lebih stabil dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga :  Target Rupiah 2027: Rp16.800-Rp17.500, Stabilkan Ekonomi

Purbaya secara spesifik menyebutkan dalam sebuah kesempatan sebelumnya, usai dipanggil oleh Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, bahwa ia akan masuk ke pasar obligasi setiap hari dengan target Rp 2 triliun. Pernyataan ini mempertegas keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui instrumen pasar surat utang. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merespons tantangan ekonomi global dan domestik, termasuk pelemahan nilai tukar mata uang. Dengan adanya kesiapan dana yang besar dan komitmen intervensi harian, pemerintah menunjukkan proaktivitasnya dalam mengelola risiko dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar