IHSG Anjlok, Menkeu Santai: Ekonomi Kuat, Waktu Tepat Beli Saham

Budi Santoso

IHSG Anjlok, Menkeu Santai: Ekonomi Kuat, Waktu Tepat Beli Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan mengalami penurunan signifikan pada hari ini, siang ini bahkan telah menyentuh level 6.400. Menanggapi anjloknya IHSG, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons yang tenang. Menurutnya, pelemahan IHSG bukanlah masalah serius karena dapat diperbaiki, dan dianggap hanya merupakan sentimen negatif jangka pendek. Purbaya menekankan bahwa pondasi ekonomi Indonesia saat ini sangat kuat, sehingga ia tetap optimistis terhadap pemulihan IHSG.

Purbaya menjelaskan bahwa kekhawatiran pasar keuangan Indonesia dipicu oleh persepsi bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan mengulangi krisis ekonomi 1998. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi saat ini sangat berbeda. "Beda 1998 itu kebijakannya salah," ujarnya, membedakan situasi krisis lalu dengan kondisi sekarang. Pada tahun 1998, ekonomi Indonesia melambat hingga mengalami resesi sejak 1997 akibat kebijakan yang keliru.

Sebaliknya, Purbaya menyatakan bahwa ekonomi Indonesia tahun ini masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat. "Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," jelasnya. Oleh karena itu, ia justru mengajak para investor untuk tidak ragu menanamkan modal di bursa efek. Menurutnya, kondisi pelemahan harga saham saat ini justru merupakan kesempatan emas untuk melakukan pembelian saham dengan harga yang lebih murah. "Jadi, teman-teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham," pungkas Purbaya, memberikan saran kepada investor untuk memanfaatkan momen tersebut.

Baca Juga :  Warga RI Makin Sering Migrasi ke Luar Negeri, Ini Datanya

Pernyataan Menteri Keuangan ini bertujuan untuk menenangkan pasar dan memberikan pandangan optimis mengenai kondisi ekonomi Indonesia meskipun terjadi fluktuasi di pasar saham. Fokus utama pemerintah, menurut Purbaya, adalah menjaga pondasi ekonomi yang kuat dan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu oleh sentimen negatif jangka pendek. Dengan pondasi ekonomi yang solid dan pertumbuhan yang masih positif, Purbaya meyakini bahwa IHSG akan mampu bangkit kembali. Ia juga menekankan pentingnya investasi jangka panjang yang didasarkan pada fundamental ekonomi yang kuat, bukan hanya pada pergerakan harga saham harian. Dengan demikian, investor diharapkan dapat melihat peluang di tengah ketidakpastian pasar saat ini.

Also Read

Tinggalkan komentar