
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026, menunjukkan tren pelemahan yang konsisten sejak pembukaan. Data dari RTI mencatat IHSG anjlok sedalam 124,07 poin, mengakhiri sesi di level 6.599,24, yang berarti terkoreksi 1,85%. Sejak awal perdagangan, IHSG telah menunjukkan pergerakan negatif, dibuka pada angka 6.628,97, sempat menyentuh rekor tertinggi di 6.631,28, namun kemudian terperosok ke titik terendah 6.398,78.
Pelemahan ini tercermin dari volume transaksi yang mencapai 32,02 miliar saham, dengan nilai turnover sebesar Rp 20,71 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.570.389 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 125 saham yang berhasil menguat, sementara mayoritas, yakni 616 saham, mengalami pelemahan. Sebanyak 79 saham lainnya stagnan tanpa perubahan harga.
Jika ditinjau dalam rentang waktu yang lebih panjang, tren pelemahan IHSG semakin terlihat jelas. Dalam sepekan terakhir, IHSG telah terkoreksi 8,02%. Tren negatif ini berlanjut dalam sebulan terakhir dengan pelemahan mencapai 13,44%, dan dalam enam bulan terakhir, IHSG susut 20,22%. Kinerja year-to-date (YTD) juga menunjukkan koreksi signifikan sebesar 23,68%. Meskipun demikian, jika dilihat dalam kurun waktu satu tahun terakhir, IHSG masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,52%, yang mengindikasikan adanya volatilitas dalam pergerakan pasar modal Indonesia.
Kondisi pasar saham domestik ini sejalan dengan tren pelemahan yang juga melanda bursa-bursa utama di Asia. Hang Seng Index dari Hong Kong mengalami penurunan 1,11%. Nikkei Jepang tidak luput dari tekanan, tergelincir 0,97%. Sementara itu, Shanghai Composite Index Tiongkok mencatat pelemahan yang lebih moderat, yaitu 0,09%. Fluktuasi negatif di pasar regional ini dapat menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi sentimen investor terhadap pasar saham Indonesia. Analis pasar memantau berbagai indikator ekonomi dan kebijakan moneter global yang berpotensi memicu volatilitas lebih lanjut. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di tengah kondisi pasar yang dinamis ini. Pergerakan IHSG di level psikologis 6.500-an menjadi perhatian utama, dengan ekspektasi akan adanya potensi pembalikan arah jika sentimen pasar membaik atau jika ada katalis positif yang muncul.











