SMBR Bagikan Dividen Rp34,38 Miliar, Susunan Pengurus Berubah

Budi Santoso

SMBR Bagikan Dividen Rp34,38 Miliar, Susunan Pengurus Berubah

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) secara resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp34,38 miliar, yang berarti setiap lembar saham akan menerima Rp3,46185. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 18 Mei 2026. Nilai dividen ini merepresentasikan 20% dari total laba bersih konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2025, yang secara keseluruhan mencapai Rp171,92 miliar. Sisa laba bersih sebesar 80%, atau Rp137,53 miliar, akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana ini dipersiapkan secara strategis untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan serta mendukung agenda ekspansi bisnis SMBR di masa mendatang, menunjukkan komitmen perusahaan untuk pertumbuhan jangka panjang.

Selain penetapan dividen, RUPST juga menyepakati sejumlah langkah strategis penting lainnya. Perubahan susunan pengurus Perseroan menjadi salah satu agenda utama yang disetujui. Pemegang saham telah menyetujui pengangkatan Muhamad Alipudin sebagai Komisaris Utama, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Inosentius Samsul. Selain itu, Luthvie Arifin juga resmi ditunjuk sebagai Komisaris Independen, menggantikan Chowadja Sanova. Perubahan ini bukan sekadar pergantian personal, melainkan merupakan bagian dari langkah strategis Perseroan untuk memperkuat tata kelola perusahaan (GCG). Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas pengawasan internal, serta mendukung percepatan transformasi bisnis dan pertumbuhan berkelanjutan SMBR. Langkah ini sangat krusial mengingat dinamika industri semen nasional yang terus berubah dan memerlukan adaptasi yang cepat.

Baca Juga :  Survei: 83,7% Publik Puas Pelayanan Energi Pertamina

Lebih lanjut, RUPST juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Penyesuaian ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi SMBR dalam menangkap peluang usaha baru yang potensial di industri bahan bangunan. Perubahan ini mencerminkan visi Perseroan untuk terus berkembang dan berinovasi di tengah lanskap bisnis yang semakin kompetitif.

Suherman Yahya, selaku Direktur Utama SMBR, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi kepada para pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan mereka sepanjang tahun 2025. "Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan dan profitabilitas sepanjang tahun 2025 melalui penguatan operational excellence, efisiensi biaya produksi, serta peningkatan daya saing di pasar. Pembagian dividen ini menjadi bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham sekaligus tetap menjaga ruang ekspansi bisnis ke depan," ujar Suherman. Ia menekankan bahwa strategi yang dijalankan terbukti efektif dalam menjaga kinerja keuangan perusahaan.

Memasuki tahun 2026, Suherman mengungkapkan optimisme yang semakin menguat. SMBR menargetkan pertumbuhan volume penjualan yang signifikan, dengan mengandalkan proyeksi kenaikan aktivitas pembangunan infrastruktur dan properti, terutama di wilayah Sumatera bagian selatan. Untuk mewujudkan target ambisius ini, perusahaan berkomitmen penuh untuk menerapkan operational excellence yang berlandaskan prinsip industri hijau. Ini mencakup peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mengurangi jejak karbon dan transformasi digital di seluruh lini produksi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas.

Baca Juga :  Audi S3 Verve Edition: Performa Elegan Hadir di Jakarta

Secara keseluruhan, langkah-langkah strategis yang diambil dalam RUPST ini menegaskan posisi SMBR sebagai pemain utama yang adaptif terhadap perubahan regulasi, dinamika pasar, dan tuntutan keberlanjutan. Dengan fundamental keuangan yang semakin sehat, didukung oleh tata kelola perusahaan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, SMBR siap melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini demi menciptakan nilai jangka panjang yang signifikan bagi industri konstruksi nasional dan memberikan imbal hasil yang optimal bagi para pemegang sahamnya. Perusahaan optimis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian.

Also Read

Tinggalkan komentar