Proyek Migas Blok Tuna Lanjut Juni, Rusia Komitmen Perluas Investasi

Budi Santoso

Proyek Migas Blok Tuna Lanjut Juni, Rusia Komitmen Perluas Investasi

Perusahaan migas asal Rusia, Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft), telah menyatakan komitmen kuat untuk melanjutkan proyek migas Blok Tuna di Laut Natuna pada bulan Juni mendatang. Penundaan proyek ini sebelumnya disebabkan oleh mundurnya Premier Oil, anak perusahaan Harbour Energy, yang merupakan mitra Zarubezhneft dalam penggarapan Blok Tuna. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Zarubezhneft kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Yuliot Tanjung, di sela-sela acara Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang diselenggarakan di Kazan, Rusia.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengonfirmasi pertemuan tersebut dan menyampaikan optimismenya terhadap kelanjutan proyek. "Kami bertemu dengan Zarubezhneft dan membahas kelanjutan proyek Blok Tuna yang masih tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek tersebut pada Juni bulan depan. Pemerintah akan memberikan dukungan untuk kelanjutan proyek ini," ujar Yuliot dalam keterangan resminya pada Jumat (15/5/2026). Dukungan pemerintah ini diharapkan dapat memperlancar segala proses yang diperlukan agar proyek dapat segera berjalan sesuai rencana.

Zarubezhneft telah memiliki rekam jejak investasi di Indonesia sejak tahun 2020, ketika mengakuisisi 50% participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd. Langkah ini menunjukkan keseriusan perusahaan Rusia dalam menjajaki dan mengembangkan potensi sumber daya migas di Indonesia.

Baca Juga :  Pegadaian & ANTAM Perkuat Ekosistem Emas Nasional

Lebih dari sekadar melanjutkan proyek Blok Tuna, Zarubezhneft juga menunjukkan minat yang besar untuk memperluas jangkauan investasinya di sektor migas Indonesia. Perusahaan ini berkeinginan untuk menggarap proyek-proyek migas lain yang dapat berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional. Salah satu fokus yang ditekankan adalah penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan reaktivasi sumur-sumur migas yang saat ini tidak aktif atau idle. Inisiatif ini sangat sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mengoptimalkan cadangan migas yang ada dan menjaga keberlanjutan produksi.

Ketertarikan Zarubezhneft untuk berinvestasi lebih lanjut di Indonesia ini tercatat secara resmi dalam dokumen Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 RI-Rusia. Pihak Rusia secara khusus mencatat antusiasme JSC Zarubezhneft untuk memperluas dan memperkuat kerja sama dengan mitra-mitra Indonesia, termasuk potensi partisipasi dalam proyek-proyek baru yang akan dijalankan bersama perusahaan minyak dan gas bumi nasional. Selain itu, pihak Rusia juga telah menyampaikan permohonan dukungan dari pemerintah Indonesia untuk penyelesaian proses kepatuhan (compliance) bagi perusahaan-perusahaan yang dinominasikan oleh Zarubezhneft. Tujuan dari permohonan ini adalah untuk memfasilitasi dan memulai pengorganisasian suplai minyak dari Rusia ke Indonesia, yang akan semakin mempererat hubungan bilateral di sektor energi.

Also Read

Tinggalkan komentar