Tilapia Unggulan Baru Ekspor Perikanan Indonesia ke AS & Eropa

Budi Santoso

Tilapia Unggulan Baru Ekspor Perikanan Indonesia ke AS & Eropa

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) mengukuhkan ikan nila, atau tilapia, sebagai komoditas ekspor perikanan unggulan baru Indonesia. Pasar utama yang dibidik adalah Amerika Serikat dan Eropa, di mana tilapia telah mendapatkan sambutan hangat berkat kualitas dan karakteristiknya yang unik. Erwin Dwiyana, Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, menjelaskan bahwa julukan "Chicken of The Sea" melekat pada tilapia karena rasanya yang ringan (mild), mudah diolah, dan kandungan proteinnya yang tinggi, berkisar antara 20-29 gram per 100 gram sajian. Selain keunggulan nutrisi tersebut, tilapia juga rendah lemak jenuh dan kaya akan Omega-3, 6, 9, vitamin B12, serta mineral penting lainnya, menjadikannya pilihan sehat bagi konsumen global.

Keberhasilan tilapia Indonesia di pasar internasional tidak lepas dari komitmen KKP dan para eksportir dalam memenuhi standar kualitas global yang ketat. Erwin Dwiyana menekankan bahwa produk ekspor tilapia Indonesia saat ini mengalami "zero penolakan," sebuah pencapaian signifikan yang membuktikan kepercayaan pasar internasional. Persyaratan wajib seperti Good Manufacturing Practice (GMP) – Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta Health Certificate dan Nomor Registrasi telah dilengkapi. Lebih lanjut, sertifikasi buyer-driven seperti GLOBALG.A.P., ISO 22000, SQF, Best Aquaculture Practices (BAP), Aquaculture Stewardship Council (ASC), dan British Retail Consortium (BRC) juga menjadi standar yang dipenuhi oleh para eksportir. Kelengkapan sertifikasi inilah yang menjadi kunci utama kepercayaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia.

Baca Juga :  Pionir Dunia, Indonesia Uji Coba Biodiesel B50 pada Moda Kereta Api

Salah satu bukti nyata keberhasilan ini adalah pencapaian Regal Springs Indonesia, produsen utama ikan tilapia, yang berhasil memasok jaringan pub terkemuka di Inggris, Greene King. Tri Dharma Saputra, Direktur Regal Springs Indonesia, mengungkapkan bahwa menembus pasar Eropa dimungkinkan berkat pemenuhan 37 sertifikasi, termasuk ASC. Sertifikasi ASC menuntut transformasi dalam budidaya perikanan Indonesia, di mana setiap aspek, mulai dari pengelolaan air, pemberian pakan, hingga menjaga kesehatan dan kesejahteraan ikan, diukur, dicatat, dan dievaluasi secara cermat. Transformasi ini memastikan bahwa tilapia Indonesia tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga diproduksi secara ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Di Inggris, tilapia telah sukses diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari menu klasik fish and chip hingga hidangan boneless yang menawarkan pengalaman fine dining berkualitas tinggi dengan tingkat keluhan konsumen yang sangat rendah. Dari segi harga, tilapia juga menawarkan daya saing yang kuat dibandingkan dengan jenis ikan putih lainnya, seperti ikan kod dan ikan trout, sehingga mampu merebut pangsa pasar yang sebelumnya didominasi oleh spesies yang lebih mapan.

Selain mendorong ekspor tilapia premium, KKP juga aktif mendorong produktivitas budidaya ikan nila melalui program-program prioritas. Di antaranya adalah program Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) Karawang dan revitalisasi tambak Pantura. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional, sekaligus memastikan bahwa seluruh proses budidaya mematuhi standar internasional yang berlaku. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya telah menegaskan pentingnya sistem budidaya yang terukur, berkelanjutan, dan dapat dikelola sepanjang tahun. Sistem semacam ini diharapkan dapat menawarkan solusi konkret untuk mencapai ketahanan pangan nasional secara mandiri dan berdaulat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Baca Juga :  Pertamina Dukung Energi Bersih dan Ekonomi Desa Keliki Bali

Also Read

Tinggalkan komentar