BI dan GoPay Tingkatkan Literasi Digital di Ambon

Budi Santoso

BI dan GoPay Tingkatkan Literasi Digital di Ambon

Bank Indonesia (BI) bersama GoPay menggelar program literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di Kota Ambon, Maluku. Acara ini diikuti oleh sekitar 150 guru dan siswa, yang menjadi sasaran utama untuk memperkuat pemahaman mereka mengenai penggunaan layanan keuangan digital yang aman. Dalam era digital yang terus berkembang pesat, kesadaran akan pentingnya literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi krusial, terutama bagi generasi muda yang menjadi tulang punggung masa depan bangsa.

Kegiatan ini dirancang secara komprehensif untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam bertransaksi digital. GoPay, sebagai salah satu penyedia layanan keuangan digital terkemuka, memaparkan berbagai modus penipuan digital yang kerap terjadi. Modus-modus tersebut meliputi teknik phishing atau jebakan tautan palsu yang dapat mengelabui pengguna, penipuan melalui layanan pelanggan palsu yang menyamar sebagai petugas resmi, pemalsuan bukti transfer yang menyesatkan, hingga taktik penipuan terkait proses refund atau salah transfer yang seringkali merugikan. Edukasi ini bertujuan agar para guru dan siswa mampu mengidentifikasi ancaman-ancaman tersebut sejak dini.

Selain pemaparan modus penipuan, peserta juga dibekali dengan langkah-langkah praktis yang harus diterapkan untuk memastikan keamanan transaksi mereka. Hal mendasar seperti pentingnya menjaga kerahasiaan PIN (Personal Identification Number) dan OTP (One-Time Password) ditekankan, karena kedua elemen ini merupakan garis pertahanan pertama dalam melindungi akun. Peserta diingatkan untuk tidak pernah membagikan informasi sensitif seperti PIN dan OTP kepada siapapun, bahkan jika mengaku sebagai petugas resmi. Selain itu, menjaga kerahasiaan data pribadi lainnya, seperti nomor telepon, alamat email, dan informasi rekening bank, juga menjadi fokus utama. Penggunaan aplikasi resmi yang diunduh dari sumber terpercaya sangat dianjurkan, dan peserta diedukasi untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan yang dikirimkan melalui pesan singkat, email, atau media sosial. Tautan semacam itu seringkali dirancang untuk mengarahkan pengguna ke situs web palsu yang bertujuan mencuri informasi pribadi.

Baca Juga :  UMKM Dilindungi: Marketplace Dilarang Naikkan Biaya Layanan Sementara

Lebih lanjut, materi edukasi juga mencakup panduan tentang apa yang harus dilakukan jika peserta mendapati adanya indikasi penipuan. Instruksi yang diberikan sangat jelas: jangan panik, tetap tenang, dan segera amankan bukti-bukti transaksi yang relevan, seperti tangkapan layar atau nomor referensi. Bukti ini akan sangat berharga jika diperlukan untuk pelaporan atau penyelidikan lebih lanjut. Langkah krusial berikutnya adalah menghubungi layanan pelanggan resmi dari penyedia layanan keuangan yang bersangkutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa laporan ditangani oleh pihak yang tepat dan mendapatkan bantuan yang akurat.

Dicky Afrianto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, menekankan pentingnya inisiatif ini dalam sambutannya. Beliau menyatakan, "Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat." Harapan ini mencerminkan visi Bank Indonesia untuk menciptakan masyarakat yang melek digital dan mampu memanfaatkan teknologi keuangan dengan bijak, sekaligus menjadi agen perubahan positif di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Yogi Harsudiono, Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keamanan pengguna. "Keamanan transaksi pengguna adalah prioritas perusahaan," ujar Yogi. Ia menjelaskan bahwa GoPay tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi keamanan canggih, tetapi juga secara aktif terlibat dalam edukasi publik. Perusahaan ini menyadari bahwa teknologi semata tidak cukup tanpa adanya kesadaran dan pemahaman yang baik dari pengguna.

Baca Juga :  Pertamina Jaga Pasokan Energi Bali, Komisaris Cek IT Manggis

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memberikan rasa aman, GoPay telah mengimplementasikan berbagai fitur keamanan berlapis. Fitur-fitur ini mencakup penggunaan PIN dan biometrik seperti sidik jari atau pemindai wajah untuk otentikasi, yang memberikan lapisan keamanan tambahan. Selain itu, GoPay juga menyediakan layanan bantuan pelanggan yang responsif melalui layanan bantuan 24 jam, siap membantu pengguna mengatasi berbagai kendala atau pertanyaan terkait keamanan. Program Jaminan Saldo Kembali juga menjadi salah satu komitmen GoPay untuk memberikan ketenangan pikiran kepada pengguna saat bertransaksi digital.

Yogi Harsudiono menambahkan, "Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan." Kolaborasi antara Bank Indonesia dan GoPay ini merupakan langkah strategis yang menunjukkan sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam membangun ekosistem digital yang tidak hanya inovatif tetapi juga aman dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.

Also Read

Tinggalkan komentar