Sopir Logistik Tuntut Kepastian Regulasi ODOL

Budi Santoso

Sopir Logistik Tuntut Kepastian Regulasi ODOL

Pengemudi logistik Indonesia menantikan kejelasan regulasi Over Dimension Over Loading (ODOL) yang saat ini masih dalam proses pembahasan. Regulasi ini sangat krusial untuk memberikan landasan hukum yang pasti, meningkatkan keselamatan transportasi, serta memastikan keberlanjutan sektor logistik nasional. Ketua Umum Asosiasi Rumah Berdaya Pengemudi Indonesia (RBPI), Ika Rostianti, melaporkan telah melakukan konsolidasi dengan komunitas sopir di berbagai wilayah strategis, mulai dari Medan, Riau, Palembang, Jakarta, Jawa Timur, hingga Sulawesi. Upaya ini bertujuan untuk menghimpun dan menyatukan aspirasi para pengemudi yang memegang peranan vital dalam distribusi barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

"Kami memahami sepenuhnya pentingnya penataan ODOL demi terwujudnya keselamatan dan ketertiban dalam transportasi nasional. Namun, hingga saat ini, banyak pengemudi yang merasa menjalani profesi mereka tanpa adanya kepastian yang jelas," ujar Ika Rostianti dalam sebuah keterangan resmi yang dirilis pada Rabu (13/5/2026). RBPI secara tegas menilai bahwa percepatan penyusunan regulasi ODOL sangat diperlukan agar para pengemudi tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian, terutama mengingat adanya rencana penerapan kebijakan Zero ODOL yang dijadwalkan pada Januari 2027.

Selain itu, RBPI juga menyoroti adanya harapan agar perlakuan yang setara diberikan kepada seluruh sektor transportasi dalam proses penyampaian aspirasi kebijakan. Para pengemudi logistik berpendapat bahwa ruang dialog yang seimbang sangat penting agar setiap kebijakan yang dirumuskan dapat mempertimbangkan secara komprehensif kondisi riil para pelaku di lapangan. "Kami melihat rekan-rekan ojek online (ojol) cukup sering mendapatkan ruang dialog dan perhatian ketika menyampaikan aspirasi mereka. Kami tentu ikut merasa senang jika para pekerja transportasi mendapatkan perhatian dari pemerintah. Namun, di sisi lain, para sopir logistik juga berharap mendapatkan perlakuan yang setara, mengingat kontribusi kami yang juga sangat besar bagi roda perekonomian nasional," jelas Ika.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Turun Rp13.000, Buyback Kena PPh 1,5%

RBPI menegaskan kembali peran sentral pengemudi logistik dalam menjaga kelancaran distribusi barang di seluruh penjuru negeri. Meskipun dalam keseharian mereka dihadapkan pada berbagai tantangan operasional, termasuk risiko perjalanan yang tinggi dan tekanan biaya, kontribusi mereka tak terbantahkan. "Ketika kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi berjalan lancar, di balik semua itu terdapat ribuan sopir yang bekerja tanpa mengenal waktu, siang dan malam. Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah dapat lebih hadir, mendengarkan kondisi nyata di lapangan, serta melibatkan komunitas sopir dalam proses penyusunan solusi yang efektif," tambah Ika.

Lebih lanjut, RBPI menyerukan kepada seluruh pengemudi di berbagai daerah untuk tetap menjaga solidaritas dan mengedepankan penyampaian aspirasi secara tertib dan konstruktif. "Jangan sampai sesama sopir terpecah belah karena keadaan yang ada. Kita semua menghadapi persoalan yang sama dan memiliki harapan yang sama, yaitu keinginan untuk bekerja dengan tenang, dihargai, dan memiliki kepastian di masa depan bagi keluarga kita. Persatuan adalah kekuatan utama bagi pengemudi logistik," tegasnya.

Also Read

Tinggalkan komentar