
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) secara resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima (SNL) atau N5. Peluncuran ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat kemandirian digital dan kapasitas satelit Indonesia di kancah global. Direktur Utama PSN, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan bahwa kehadiran Nusantara Lima merupakan simbol penting penguatan kapasitas nasional di sektor antariksa dan telekomunikasi. "Hari ini, kami dengan bangga meresmikan operasi Nusantara 5. Sebuah simbol penting bagi negara kita untuk mempertahankan kemandirian nasional," ujar Adi saat peresmian operasi SNL di Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026.
Satelit Nusantara Lima memiliki cakupan layanan yang mencakup Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Menurut Adi, satelit ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di kawasan ASEAN, tetapi juga menunjukkan signifikansi sovereign capacity atau kapasitas nasional dalam konektivitas digital. "Nusantara 5 memiliki cakupan Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk meningkatkan kekuatan Indonesia serta menghadirkan konektivitas digital di ASEAN," jelasnya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya perhatian negara-negara di kawasan terhadap kemandirian konektivitas nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global. Adi menambahkan bahwa N5 akan diakui sebagai kapasitas nasional oleh Filipina, dan saat ini proses serupa tengah dibahas dengan Malaysia.
Indonesia telah memantapkan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri satelit di Asia Pasifik. Kapasitas satelit Indonesia kini menjadi yang terbesar di kawasan tersebut. "Bersama satelit Indonesia lainnya, kita bisa melaporkan Indonesia memiliki kapasitas 400 Gbps, sangat besar. Kita bisa terus berperan di panggung dunia dengan kapasitas terbesar di Asia," ungkap Adi.
Pengembangan teknologi satelit kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai bisnis, melainkan telah menjadi elemen vital bagi pertahanan dan masa depan sebuah negara. Oleh karena itu, Indonesia perlu terus membangun kemampuan teknologi mandiri agar tidak bergantung pada pihak asing. PSN Group sendiri telah mengimplementasikan tiga program satelit geostasioner dalam satu dekade terakhir dengan investasi mencapai lebih dari Rp 23 triliun.
Adi menekankan urgensi pembangunan ekosistem antariksa nasional yang berkelanjutan, termasuk upaya pengembangan talenta muda Indonesia di sektor teknologi dan antariksa. "Dengan peluncuran Nusantara 5 pada 2025, PSN Group ingin menunjukkan Indonesia mampu tampil di panggung global dan membuka babak baru pengembangan industri antariksa nasional," pungkasnya, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat posisinya di sektor antariksa global.











