QRIS Berkembang Pesat, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Budi Santoso

QRIS Berkembang Pesat, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Perdebatan mengenai pengucapan QRIS, singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, kini terasa usang seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi pembayaran ini. QRIS tidak hanya menjadi alat pembayaran digital yang umum di Indonesia, tetapi juga telah melebarkan sayapnya hingga ke kancah internasional. Salah satu bukti nyata adalah kemampuannya untuk digunakan di Thailand sejak Agustus 2022. Pengalaman langsung menggunakan QRIS di Bangkok oleh tim Republika membuktikan betapa praktis dan efisiennya sistem ini dalam berbagai skenario transaksi.

Dalam sebuah perjalanan eksplorasi kuliner di Bangkok, tim Republika tanpa membawa uang tunai Baht, berhasil melakukan berbagai pembelian, mulai dari jajanan kaki lima hingga bersantap di restoran. Di kawasan Phra Nakhon, dekat dengan Wat Pho dan Wat Arun, sebuah pengalaman menarik terjadi saat membeli sate kulit ayam dari seorang ibu paruh baya. Di atas meja dagangnya tertera QR PromptPay yang dapat dipindai menggunakan aplikasi QRIS dari Indonesia. Transaksi berjalan lancar, memungkinkan pembelian jajanan tanpa perlu repot menukar uang atau membawa dompet tebal.

Pengalaman serupa juga dirasakan saat mengunjungi sebuah restoran halal di sekitar Siam Square, Pathum Wan. Di sana, tim Republika menikmati berbagai hidangan khas Thailand, seperti Gai Tod Hatyai (ayam goreng krispi) dan Kao-Niao Ma-Muang (mangga ketan). Pembayaran makanan dilakukan dengan mudah melalui pemindaian QR PromptPay yang terintegrasi dengan QRIS. Supervisor restoran, Amanee Salaeh, mengungkapkan bahwa sekitar 10-15 persen pengunjung asal Indonesia di tempatnya sudah rutin menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran. "Banyak orang Indonesia yang makan di sini. Sekitar 10-15 persen pakai QRIS. Sisanya pakai cash atau kartu," ujarnya, menunjukkan penerimaan yang baik terhadap sistem pembayaran ini di kalangan wisatawan Indonesia.

Baca Juga :  Dua Emiten Sawit TP Rachmat: Laba TAPG Turun, DSNG Naik Signifikan

Pada hari terakhir kunjungan, tim Republika kembali mengandalkan QRIS untuk transaksi sehari-hari. Membeli kopi di kedai "Factory", salah satu tempat populer di Bangkok yang berjarak sekitar 3 km dari hotel, juga dapat diselesaikan menggunakan QRIS. Bahkan, saat menggunakan layanan transportasi Grab motor untuk menuju kedai kopi tersebut, biaya perjalanan sebesar 26 Baht dapat dibayarkan melalui opsi pembayaran QR yang disediakan oleh Grab setelah perjalanan selesai. Hal ini menegaskan bahwa QRIS bukan hanya alat pembayaran untuk pedagang lokal, tetapi juga terintegrasi dengan berbagai platform layanan, termasuk transportasi daring.

Keberhasilan implementasi QRIS di Thailand ini menunjukkan potensi besar dari standar pembayaran nasional yang mampu beradaptasi dan diterima di negara lain. Hal ini tidak hanya mempermudah transaksi bagi masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri, tetapi juga berpotensi meningkatkan volume perdagangan dan pariwisata antarnegara. Dengan terus berkembangnya jaringan dan adopsi, QRIS diprediksi akan semakin memegang peranan penting dalam memfasilitasi pembayaran digital lintas batas di masa depan, melampaui sekadar perdebatan pengucapannya.

Also Read

Tinggalkan komentar