Modi Imbau Warga India Hemat BBM, Tunda Impor Emas

Budi Santoso

Modi Imbau Warga India Hemat BBM, Tunda Impor Emas

Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan masyarakatnya untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), membatasi perjalanan ke luar negeri, dan menunda pembelian emas. Seruan ini disampaikan menyusul lonjakan harga energi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, khususnya Iran. Modi, dalam pidatonya di Hyderabad pada hari Minggu, mengimbau warga India untuk memanfaatkan transportasi umum, bekerja dari rumah, dan menggunakan kendaraan bersama guna menghemat bahan bakar. Kebijakan ini sangat krusial mengingat India mengimpor hampir 85% kebutuhan bahan bakarnya, dengan ketergantungan signifikan pada Selat Hormuz untuk pasokan minyak mentah (50%), gas alam cair (60%), dan hampir seluruh kebutuhan LPG.

Pengurangan perjalanan internasional dan impor emas diharapkan dapat membantu India menghemat cadangan devisa. Kenaikan harga minyak global secara signifikan membebani tagihan impor negara tersebut. India bukan satu-satunya negara di Asia yang mengambil langkah serupa; beberapa negara lain juga telah mendorong efisiensi energi di tengah meningkatnya biaya energi akibat ketegangan di Timur Tengah. Situasi ini diperparah oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal balasan Iran untuk mengakhiri konflik dengan AS dan Israel, yang semakin mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Peningkatan biaya energi diprediksi akan memperlebar defisit perdagangan dan neraca berjalan India. Mata uang Rupee juga mengalami tekanan, mendekati titik terendah sepanjang masa terhadap Dolar AS. Dampak ekonomi langsung terasa pada pasar saham, di mana saham perusahaan perhiasan India mengalami penurunan hingga 10% pada hari Senin. Saham Titan, yang merupakan bagian dari grup Tata, anjlok hampir 6% di awal perdagangan. Maskapai penerbangan IndiGo juga tidak luput dari dampaknya, dengan sahamnya turun 2,8%. Maskapai ini memiliki rencana ekspansi signifikan pada rute internasional, dengan target 40% layanan harian berasal dari penerbangan luar negeri pada tahun 2030.

Baca Juga :  Run for Rivers: Aksi Sungai Watch Selamatkan Sungai & Ekonomi Sirkular

Sebagai gambaran, India menghabiskan US$ 174,9 miliar untuk impor minyak mentah dan produk petroleum pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, yang setara dengan 22% dari total impor negara tersebut. Selain itu, India merupakan pembeli emas terbesar kedua di dunia setelah China, dengan nilai impor emas mencapai hampir US$ 72 miliar. Data pada tahun 2025 menunjukkan bahwa sekitar 32,7 juta warga India melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk lebih dari 14 juta wisatawan yang bepergian untuk tujuan rekreasi, yang semuanya berkontribusi pada pengeluaran devisa negara. Langkah-langkah penghematan yang diusulkan Modi bertujuan untuk meredam dampak negatif tersebut dan menjaga stabilitas ekonomi India di tengah gejolak global.

Also Read

Tinggalkan komentar