Palu Kirim 459 Ton Durian Beku ke China Senilai Rp 42,5 M

Budi Santoso

Palu Kirim 459 Ton Durian Beku ke China Senilai Rp 42,5 M

Sebanyak 17 kontainer durian beku seberat 459 ton senilai Rp 42,5 miliar telah diberangkatkan dari Palu menuju China pada Rabu (16/4/2026). Pengiriman ini menandai peningkatan ekspor komoditas buah premium Indonesia ke pasar global yang terus berkembang pesat.

Permintaan durian di China terus melonjak, memicu persaingan ketat di antara produsen Asia Tenggara untuk merebut pangsa pasar buah premium terbesar di dunia ini. Pergeseran pola konsumsi masyarakat China juga mendorong transformasi signifikan dalam rantai pasok, standar kualitas, dan adopsi teknologi dalam perdagangan durian internasional.

Di pusat logistik buah Pingxiang, dekat Friendship Pass di China selatan, terlihat keramaian wisatawan dan pedagang yang memadati kios-kios durian selama libur Hari Buruh awal Mei lalu. Kawasan ini merupakan salah satu gerbang utama masuknya produk-produk dari ASEAN ke pasar China, menarik minat banyak pengunjung yang ingin merasakan pengalaman di daerah perbatasan sekaligus membeli durian sebagai oleh-oleh.

Para pelaku industri menilai tren ini mencerminkan perubahan struktural dalam pasar durian China. Konsumen kini semakin cerdas dan memiliki pemahaman mendalam mengenai kualitas, tingkat kematangan, tekstur, hingga asal varietas durian yang mereka beli. Hal ini berdampak pada penetapan harga, yang beralih dari harga seragam menjadi sistem harga bertingkat yang mencerminkan kualitas spesifik setiap buah.

Data industri menunjukkan bahwa China mengimpor sekitar 1,868 juta ton durian segar sepanjang tahun 2025, sebuah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Vietnam berhasil menguasai sekitar 51 persen pangsa pasar berdasarkan volume, sementara Thailand tetap unggul dalam nilai perdagangan berkat popularitas varietas Monthong, yang sering disebut sebagai "bantal emas".

Baca Juga :  Satelit N5 Raih Izin Komersial, Konektivitas Nasional Makin Kuat

Thailand terus mempertahankan daya saingnya melalui pengalaman panjang dalam budidaya dan ekspor durian, sistem pengendalian mutu yang ketat, serta penerapan logistik khusus yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar China. Pihak berwenang Thailand menegakkan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices) dari tingkat kebun hingga pelabuhan untuk memastikan ketelusuran dan keamanan produk.

Perusahaan agribisnis Thailand juga telah mengimplementasikan sistem klasifikasi kualitas durian ke dalam kategori A, B, dan C. Durian kategori A, yang ditandai dengan empat hingga lima juring penuh, menjadi produk premium yang paling diminati oleh konsumen China yang semakin selektif. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya inovasi dan adaptasi dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.

Also Read

Tinggalkan komentar