KKP Gandeng Perbankan Perkuat Skala Usaha Perikanan KNMP

Budi Santoso

KKP Gandeng Perbankan Perkuat Skala Usaha Perikanan KNMP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan perbankan untuk meningkatkan skala usaha perikanan di 14 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah ini bertujuan untuk memetakan potensi pembiayaan secara mendalam di setiap lokasi, tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan dana, tetapi juga mengarahkan model bisnis yang sesuai. Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menjelaskan bahwa pendekatan spesifik per lokasi akan menghasilkan skema pembiayaan yang terukur, bankable, dan selaras dengan prinsip kehati-hatian perbankan. Tantangan utama pembiayaan menurut Machmud bukan hanya pada ketersediaan dana, melainkan pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan. Dengan pendalaman potensi usaha secara utuh, diharapkan skema pembiayaan yang disusun benar-benar sesuai dengan karakteristik usaha di masing-masing KNMP. KKP menargetkan implementasi skema pembiayaan yang terintegrasi dengan model bisnis ini dalam waktu dekat.

Machmud menekankan pentingnya literasi keuangan yang menyertai pembiayaan usaha. Hal ini bertujuan agar pelaku usaha mampu mengakses kredit dan mengelolanya secara sehat serta produktif. Hingga kuartal I 2026, realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan telah mencapai Rp2,23 triliun, disalurkan kepada 131.230 debitur. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 19,59% secara tahunan untuk nilai kredit dan peningkatan jumlah debitur sebesar 59,79%, menandakan perluasan jangkauan pembiayaan, terutama pada segmen mikro dan ultra mikro.

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Meroket ke 28.000, BEI Respons Optimistis

Dari sisi komposisi usaha, sektor hulu masih mendominasi penyaluran pembiayaan. Penangkapan ikan menyumbang 34,88%, budi daya 32,67%, dan pergaraman 0,35%. Sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan baru tersalurkan sebesar 2,91%, sementara perdagangan hasil perikanan mencapai 22,13%. Machmud melihat adanya ruang besar untuk mendorong pembiayaan pada sektor hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Dalam konteks ini, KNMP didorong untuk menjadi simpul penguatan ekosistem usaha yang mengintegrasikan aktivitas hulu hingga hilir dalam satu kawasan. KKP juga memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator. Tujuannya agar pembiayaan tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi dalam satu sistem usaha yang mencakup produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan lembaga keuangan lainnya menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapan untuk mendalami model bisnis serta menyiapkan skema pembiayaan sesuai karakteristik usaha di setiap lokasi.

Untuk mempercepat proses ini, KKP memperkuat koordinasi dengan perbankan guna memastikan tindak lanjut yang konkret dalam pendalaman model bisnis dan penyiapan skema pembiayaan. Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, KKP optimis KNMP dapat menjadi model pengembangan ekonomi pesisir yang mendorong transformasi usaha yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Also Read

Tinggalkan komentar