Prabowo: RI Bangun PLTS 100 GW Percepat Transisi Energi ASEAN

Budi Santoso

Prabowo: RI Bangun PLTS 100 GW Percepat Transisi Energi ASEAN

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmen besar Indonesia dalam percepatan transisi energi nasional dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus BIMP-EAGA di Cebu, Filipina, yang menyoroti pentingnya aksi konkret negara-negara ASEAN dalam mengembangkan energi bersih. Prabowo menekankan potensi besar energi baru terbarukan di subkawasan, termasuk tenaga air, surya, angin, serta pemanfaatan lahan yang belum optimal. Ia mendorong negara-negara BIMP-EAGA untuk memanfaatkan potensi tersebut, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi regional tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN secara keseluruhan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa KTT BIMP-EAGA telah mengesahkan dokumen BIMP-EAGA Vision (BEV) 2035. Visi ini menjadi kerangka strategis untuk menjadikan kawasan Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina lebih tangguh, inklusif, berkelanjutan, dan kompetitif secara ekonomi. Fokus utama BEV 2035 mencakup penguatan konektivitas, transformasi pariwisata, dan pembangunan ekonomi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, negara-negara BIMP-EAGA membentuk klaster-klaster yang berfokus pada sektor pembangunan tertentu. Salah satunya adalah Power and Energy Infrastructure Cluster (PEIC), yang kepemimpinannya telah beralih dari Indonesia (2022-2025) ke Malaysia (2026-2029). Hasil dari klaster ini meliputi proyek interkoneksi jaringan listrik, proyek energi terbarukan, elektrifikasi pedesaan, serta program efisiensi dan konservasi energi. Program-program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi subregional dan memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat mengakses energi terjangkau, demi kesejahteraan yang lebih baik.

Baca Juga :  Ekonomi RI 2026: Rupiah Melemah Namun APBN Diklaim Tetap Solid

Bahlil menambahkan bahwa Indonesia terus berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan dengan mengeksplorasi sumber energi baru seperti hidrogen, nuklir, dan ammonia. Selain itu, elektrifikasi melalui kendaraan listrik (EV) dan kompor induksi juga menjadi prioritas. Pembangunan PLTS 100 GW merupakan upaya strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun, Bahlil menekankan bahwa keberhasilan program ambisius ini sangat memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Komitmen terhadap transisi energi bersih dan pemanfaatan sumber daya terbarukan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk masa depan energi yang lebih hijau dan sejahtera bagi kawasan BIMP-EAGA.

Also Read

Tinggalkan komentar