Cadangan Devisa April 2026 Turun ke US$ 146,2 Miliar

Budi Santoso

Cadangan Devisa April 2026 Turun ke US$ 146,2 Miliar

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar US$ 146,2 miliar, atau setara dengan Rp 2.529 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.300 per dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di US$ 148,2 miliar. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari kombinasi beberapa faktor.

Faktor-faktor utama yang memengaruhi penurunan cadangan devisa meliputi penerimaan pajak dan jasa yang lebih rendah dari perkiraan, serta penerbitan sukuk global oleh pemerintah. Di sisi lain, terdapat pula pembayaran utang luar negeri pemerintah yang juga berkontribusi pada berkurangnya cadangan devisa. Selain itu, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh oleh BI turut menjadi faktor penentu dalam pergerakan posisi cadangan devisa. Denny Prakoso menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah ini merupakan respons proaktif BI terhadap meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Langkah ini diambil untuk menjaga volatilitas rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi internasional yang cenderung bergejolak.

Meskipun terjadi penurunan, posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 masih dianggap memadai dan aman. Cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor, atau 5,6 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka ini jauh di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan sebesar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai bahwa tingkat cadangan devisa saat ini masih sangat mampu untuk mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia. Selain itu, cadangan devisa ini juga krusial dalam menjaga stabilitas makroekonomi secara keseluruhan serta menjaga kesehatan sistem keuangan nasional. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga :  13 Sumur Migas Dekat IKN, Potensi Rp 2,5 Triliun Ditemukan

Menatap ke depan, Bank Indonesia memiliki keyakinan bahwa ketahanan sektor eksternal Indonesia akan tetap terjaga dengan baik. Keyakinan ini didukung oleh dua pilar utama: posisi cadangan devisa yang tetap memadai, serta proyeksi aliran masuk modal asing yang positif. Aliran masuk modal asing ini diperkirakan akan terus mengalir seiring dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional. Selain itu, imbal hasil investasi di Indonesia juga dinilai tetap menarik bagi para investor global. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan eksternal. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas perekonomian yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Upaya sinergis ini diharapkan dapat memitigasi risiko eksternal dan memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan global.

Also Read

Tinggalkan komentar