
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi dan mengurai kepadatan arus penyeberangan, khususnya pasca-libur Lebaran. Langkah ini didasari oleh pengalaman kepadatan logistik dan kondisi akses jalan yang terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Upaya optimalisasi pola operasi kapal menjadi fokus utama ASDP guna meningkatkan efisiensi dan kelancaran mobilitas masyarakat serta barang.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut baik rencana ASDP ini. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Dudy Purwagandhi, mengapresiasi keberhasilan pola operasi kapal yang telah diterapkan sebelumnya, terutama di lintasan Merak-Bakauheni. Ia menyatakan bahwa pengelolaan arus kendaraan dan penumpang yang semakin tertata, penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan, serta optimalisasi layanan terbukti berhasil menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Lintasan Merak-Bakauheni ini akan dijadikan sebagai referensi utama dalam penguatan layanan di lintasan strategis lainnya. Dengan skema yang terintegrasi ini, diharapkan dapat tercipta sistem operasional penyeberangan yang lebih efektif, efisien, dan terpadu.
Data menunjukkan peningkatan signifikan pada mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Sepanjang periode H-8 hingga H+8 pukul 06.00 WIB, total penumpang yang menyeberang di 15 lintasan pantauan nasional mencapai 4,72 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 6,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 1,21 juta unit, naik 8% dari periode yang sama tahun lalu. Angka-angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap optimalisasi layanan penyeberangan yang terus ditingkatkan oleh ASDP.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan apresiasi dari Menteri Perhubungan terhadap pelayanan Angkutan Lebaran yang telah berjalan baik. Ia menegaskan bahwa evaluasi dan arahan yang diberikan oleh Kemenhub menjadi pijakan penting bagi ASDP untuk terus memperkuat kualitas layanan penyeberangan nasional. Selain fokus pada kelancaran operasional penyeberangan, ASDP juga berkomitmen untuk memperkuat konektivitas logistik nasional melalui pengembangan layanan long distance ferry (LDF). Beberapa rute potensial seperti Makassar-Semarang dan Panjang-Jakarta telah mendapatkan dukungan pemerintah untuk ditindaklanjuti, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi distribusi barang antarwilayah di Indonesia.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa transformasi layanan yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kelancaran operasional semata, namun juga bertujuan untuk membangun sistem transportasi penyeberangan yang semakin modern dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. ASDP terus berupaya memperkuat digitalisasi layanan, penyempurnaan pengaturan arus kendaraan, serta kesiapan operasional secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa masyarakat memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan semakin mulus (seamless) di setiap penyeberangan.











