RKP 2027: 8 Klaster & 60 Program Prioritas Nasional

Budi Santoso

RKP 2027: 8 Klaster & 60 Program Prioritas Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menguraikan delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang akan menjadi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027. Inisiatif ini dirancang sebagai peta jalan pembangunan nasional yang komprehensif, mencakup 60 program prioritas yang dijalankan pemerintah. Delapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hilirisasi serta industrialisasi, pembangunan infrastruktur dan perumahan, penguatan ekonomi kerakyatan dan desa, hingga penurunan angka kemiskinan.

Dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) RKP Tahun 2027 di Jakarta, Rachmat menekankan bahwa PKPN ini bertujuan memperkuat kemandirian bangsa melalui berbagai program. "PKPN ini dilaksanakan melalui 8 klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa," ujar Rachmat. Program-program ini sangat beragam, mulai dari revitalisasi tambak, pengembangan kawasan perkebunan, hingga peningkatan produksi daging, susu, dan telur dalam klaster kedaulatan pangan.

Klaster kemandirian energi dan air mencakup inisiatif seperti mandatori biodiesel dan bioetanol, program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW, konversi jutaan unit motor BBM ke motor listrik, pembangunan jaringan gas kota, dan eksplorasi blok migas baru. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, program "Makan Bergizi Gratis Anak Sekolah", revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, digitalisasi pendidikan dengan papan interaktif, serta pendirian universitas baru berbasis STEMM menjadi prioritas.

Sektor kesehatan juga menjadi fokus utama dengan program "Makan Bergizi Gratis Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita", peningkatan kapasitas rumah sakit, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penuntasan Tuberkulosis. Klaster hilirisasi dan industrialisasi akan mendorong pengembangan industri strategis, mobil dan motor nasional, serta ekosistem industri kedirgantaraan dan semikonduktor.

Baca Juga :  Perselisihan Ekonomi Global: Senjata Baru Tarik Investor

Pembangunan infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana akan diwujudkan melalui proyek "Giant Sea Wall", rehabilitasi pasca-bencana, gerakan "ASRI" (Gentengisasi, Pengendalian Sampah, Penghijauan), pembangunan sejuta rumah baru dan renovasi dua juta rumah, serta pengembangan jaringan kereta api nasional. Klaster ekonomi kerakyatan dan desa ditujukan untuk memperkuat 80.000 koperasi desa/kelurahan dan mempercepat pembangunan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Terakhir, klaster penurunan kemiskinan akan diimplementasikan melalui program bantuan sosial terintegrasi dan dukungan bagi 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029, yang akan dicapai secara bertahap melalui RKP ini, dimulai dari proyeksi 6,3% di 2026, 7,5% di 2027, dan 7,7% di 2028. Kedelapan klaster ini juga akan didukung oleh program pertahanan keamanan, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi, termasuk pemberantasan judi online, narkoba, serta pembangunan pusat data nasional.

Also Read

Tinggalkan komentar