
Konglomerat Prajogo Pangestu secara bertahap melepas 386,27 juta saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada 30 April dan 4 Mei 2026, meraup total Rp 467,98 miliar. Pelepasan saham ini dilakukan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 1.180 hingga Rp 1.267 per saham. Rinciannya, pada 30 April, Prajogo melepaskan 66,03 juta saham di harga Rp 1.267 dan 86,05 juta saham di harga Rp 1.221. Kemudian pada 4 Mei, ia kembali menjual 12 juta saham di harga Rp 1.187, diikuti dengan penjualan 94,18 juta saham di harga Rp 1.180 dan 128 juta saham di harga Rp 1.202.
Meskipun telah melepas sebagian besar kepemilikannya, Prajogo Pangestu tetap tercatat sebagai pengendali utama CUAN dengan sisa saham sebanyak 91,39 miliar atau 81,2979% hak suara. Transaksi pelepasan saham ini dilakukan atas saham dengan status kepemilikan langsung, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah saham beredar atau free float di CUAN. Peningkatan free float merupakan langkah strategis yang dapat mempermudah likuiditas saham perusahaan di pasar modal, sehingga lebih menarik bagi investor institusional dan ritel.
Di tengah aksi jual Prajogo, saham CUAN sendiri terpantau bergerak di zona merah pada perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Pada penutupan perdagangan, saham CUAN melemah 2,02% menjadi Rp 1.215 per saham, setelah sebelumnya sempat menyentuh level Rp 1.290 pada pembukaan perdagangan. Tren pelemahan saham CUAN ini juga terlihat sepanjang tahun 2026, dengan koreksi mencapai 48,08%. Selain itu, perusahaan juga masih mencatat tren net foreign sell sepanjang tahun ini, dengan total aksi jual bersih asing mencapai Rp 612,33 miliar.
Kondisi pasar yang sedang bergejolak, ditambah dengan aksi jual bersih asing, menjadi tantangan tersendiri bagi saham CUAN. Namun, langkah Prajogo Pangestu untuk menambah free float diharapkan dapat memberikan sentimen positif jangka panjang, dengan meningkatkan daya tarik saham bagi investor yang lebih luas. Analis pasar modal menilai bahwa peningkatan free float seringkali diikuti oleh peningkatan likuiditas dan potensi volatilitas harga yang lebih sehat, seiring dengan bertambahnya partisipasi pelaku pasar.
Perlu dicatat bahwa meskipun Prajogo Pangestu telah mengurangi kepemilikan sahamnya, posisinya sebagai pengendali utama masih sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa strategi bisnis dan arah perusahaan kemungkinan besar masih akan tetap berada di bawah kendali dan pengaruhnya. Investor perlu mencermati lebih lanjut bagaimana dinamika pasar akan bereaksi terhadap langkah strategis ini dan bagaimana perusahaan akan berkinerja di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik. Pergerakan saham CUAN ke depan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar secara umum, kinerja fundamental perusahaan, serta bagaimana manajemen perusahaan merespons tren net foreign sell yang masih berlanjut.











