Pertamina & LanzaTech Kolaborasi Energi Rendah Karbon di Houston

Budi Santoso

Pertamina & LanzaTech Kolaborasi Energi Rendah Karbon di Houston

PT Pertamina (Persero) menjalin kemitraan strategis dengan LanzaTech melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di ajang Offshore Technology Conference (OTC) di Houston. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan solusi energi rendah karbon, khususnya pemanfaatan teknologi konversi sampah perkotaan menjadi etanol. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren, menjadi perwakilan yang menandatangani kesepakatan penting ini.

LanzaTech, perusahaan teknologi global asal Amerika, memiliki keahlian dalam mengubah gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia melalui proses fermentasi mikroba. Pendekatan ekonomi sirkular yang diusung LanzaTech tidak hanya bertujuan mengurangi emisi industri, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi serta memperkuat ketahanan energi.

Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan teknologi waste to fuel, di mana sampah perkotaan akan dikonversi menjadi etanol melalui proses fermentasi. Inisiatif ini dipandang sebagai solusi inovatif untuk mengatasi tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di Indonesia, sekaligus membuka peluang baru di sektor energi alternatif dan industri kimia yang berbasis karbon daur ulang.

Oki Muraza menyoroti dua tantangan krusial yang dihadapi Indonesia: lonjakan volume sampah perkotaan dan peningkatan kebutuhan energi bersih. Saat ini, Indonesia menghasilkan sekitar 56,6 ribu ton sampah per hari. Di sisi lain, proyeksi kebutuhan etanol nasional pada tahun 2030 diperkirakan mencapai 2,4 juta kiloliter. "Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi," ujar Oki.

Baca Juga :  Bapanas Izinkan Bulog Pakai Kemasan Lama untuk Beras SPHP Tahun 2026

Secara bisnis, kolaborasi ini membuka potensi pengembangan rantai nilai ekonomi sirkuler yang komprehensif. Mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan seperti bahan bakar campuran dan bahan baku industri kimia. Model bisnis ini berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru bagi industri, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Jennifer Holmgren menjelaskan bahwa teknologi fermentasi berbasis mikroba LanzaTech mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol. Dengan pengalaman global, fasilitas komersial yang beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech menawarkan fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur yang sudah ada, baik kilang minyak maupun sistem pengelolaan sampah kota.

Lebih lanjut, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkuler yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta menarik investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi. Inisiatif ini juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi energi yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga inovasi dan teknologi, dengan potensi pengembangan yang dapat direplikasi di berbagai kota besar di Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar