WNI Diduga Curi Kripto Rp 3 M Pakai AI Grok, Industri Terancam?

Budi Santoso

WNI Diduga Curi Kripto Rp 3 M Pakai AI Grok, Industri Terancam?

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) diduga berhasil mengeksploitasi kelemahan chatbot bank yang terintegrasi dengan dompet kripto, menggunakan platform X untuk menginstruksikan chatbot Grok AI mentransfer miliaran token kripto jenis DebtReliefBot (DRB) senilai Rp 3,03 miliar. Aksi ini dilakukan oleh akun X @Ilhamrfliansyh pada Senin (4/5/2026), yang menggunakan sandi Morse untuk memerintahkan Grok dan Bankrbot mengirimkan 3 miliar token DRB ke dompet ilham.base.eth.

Menurut kutipan dari Cryptotimes, 3 miliar token DRB, yang merupakan memecoin yang diluncurkan oleh agen Grok AI dan Bankrbot, diperkirakan bernilai US$175.000. Unggahan resmi akun X @bankrbot mengkonfirmasi bahwa pengguna @Ilhamrfliansyh memanfaatkan celah interaksi pada token DRB melalui bankrbot dengan teknik injeksi prompt. Namun, @bankrbot menyatakan bahwa token tersebut telah dikembalikan oleh akun @Ilhamrfliansyh. "Triknya melibatkan semacam injeksi prompt/manipulasi array – satu balasan menyebut array bernama tco dengan 3 parameter, kalimat terpisah, lalu print/eksekus. Upaya sebelumnya menggunakan kode morse, ada kesalahan, ingin bankr kirim semua grok weth. Tampaknya dana sudah dikirim balik berdasarkan balasan," tulis @bankrbot pada Rabu (6/5/2026).

Pemilik akun @Ilhamrfliansyh dilaporkan tidak lagi ditemukan di platform X. Insiden ini dianggap sebagai bentuk eksploitasi kelemahan desain sistem integrasi AI. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai hal ini sebagai risiko baru dalam integrasi AI dengan sistem keuangan, terutama terkait pemberian otoritas langsung kepada agen AI untuk mengeksekusi transaksi tanpa lapisan kontrol dan validasi yang memadai. Lukman menekankan pentingnya industri keuangan memperkuat sistem keamanan untuk menutup celah serupa. Ia menjelaskan bahwa pengguna memanfaatkan sandi Morse untuk menyisipkan instruksi tersembunyi yang diproses oleh Grok, lalu diteruskan ke bot lain (Bankrbot) yang memiliki akses ke dompet kripto, sehingga memungkinkan transfer token tanpa verifikasi tambahan yang memadai.

Baca Juga :  Transmart Full Day Sale: Diskon Gede Aneka Sepeda & Produk Lain

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa insiden ini mencerminkan tantangan industri kripto di tengah perkembangan pesat teknologi dan otomatisasi berbasis bot. Ia mengimbau seluruh pelaku industri kripto untuk memperkuat sistem guna memitigasi kejadian serupa. Antony menjelaskan bahwa ini bukan peretasan terhadap teknologi blockchain atau sistem kripto secara langsung, melainkan eksploitasi terhadap mekanisme otomatisasi yang menghubungkan AI dengan akses transaksi aset digital. Ia juga mengingatkan investor kripto untuk tidak membagikan informasi sensitif seperti password, kode OTP, atau private key saat berinteraksi dengan AI atau bot otomatis. Indodax sendiri telah melakukan inisiatif edukasi dan peningkatan kesadaran pengguna sebagai lapisan perlindungan pertama dalam menjaga keamanan aset digital, percaya bahwa kepercayaan pengguna dibangun melalui kombinasi teknologi keamanan yang kuat dan edukasi berkelanjutan.

Also Read

Tinggalkan komentar