
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, tengah menghadapi tantangan signifikan terkait modal kerja. Akibat kendala finansial ini, perseroan terpaksa hanya mengoperasikan satu unit pabriknya yang berlokasi di Situbondo. Direktur Utama PMMP, Martinus Soesilo, mengungkapkan bahwa perusahaan membutuhkan dana sebesar US$ 15 juta, atau setara dengan Rp 260,39 miliar (dengan kurs Rp 17.359 per dolar AS), untuk memenuhi kebutuhan modal kerja operasional. Meskipun menghadapi kesulitan ini, PMMP berupaya untuk tetap mempertahankan hubungan baik dengan para agen pemasok dan para pelanggannya, menghindari potensi pelanggaran kontrak.
Situasi ini berimbas langsung pada kapasitas produksi perusahaan. Martinus Soesilo menjelaskan, "Untuk saat ini perusahaan masih terkendala dengan modal kerja sehingga hanya satu plant saja yang masih beroperasi." Lebih lanjut, sebagai konsekuensi dari penurunan kapasitas produksi, PMMP telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sebagian karyawannya. Sejak awal tahun 2024, tercatat sebanyak 116 orang karyawan telah diberhentikan. Rinciannya, sebanyak 37 orang staf, 79 orang pekerja harian, serta 82 staf lainnya memilih untuk mengundurkan diri. "Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan dikarenakan penurunan kapasitas produksi," tegasnya.
Dampak kendala modal kerja ini juga terlihat jelas pada kinerja finansial PMMP. Perusahaan mencatat adanya penurunan pendapatan yang cukup drastis, mencapai 51,13% secara tahunan (year-on-year/yoy) hingga 30 September 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya segmen penjualan udang Vannamei. Meskipun pendapatan PMMP juga ditopang oleh segmen penjualan udang jenis sea caught dan ikan salmon yang menghasilkan US$ 4,54 juta atau sekitar Rp 78,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya (30 September 2024), namun secara keseluruhan, penurunan pendapatan ini sangat dipengaruhi oleh defisit modal kerja.
Martinus Soesilo kembali menegaskan bahwa akar permasalahan utama yang dihadapi perseroan adalah kekurangan modal kerja. Menghadapi situasi ini, PMMP sedang berupaya keras untuk mencari solusi. Tindak lanjut yang sedang gencar dilakukan adalah menjajaki kemitraan strategis dengan pihak ketiga. Bentuk kerjasama yang ditawarkan meliputi kemitraan dalam bidang tooling, produksi maklon, penyewaan fasilitas, serta yang terpenting adalah pencarian investor untuk pendanaan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memulihkan kondisi operasional dan finansial PMMP agar dapat kembali beroperasi secara optimal.











