Indonesia Borong Minyak Mentah Rusia, LPG Menyusul?

Budi Santoso

Indonesia Borong Minyak Mentah Rusia, LPG Menyusul?

Indonesia dipastikan telah menjalin kesepakatan pembelian minyak mentah (crude oil) dari Rusia. Kepastian ini mengemuka setelah pertemuan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu. Tak hanya minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki potensi pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari negara beruang merah tersebut, mengindikasikan kemungkinan adanya impor LPG di masa mendatang.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengkonfirmasi bahwa kesepakatan pembelian minyak mentah dari Rusia sudah terealisasi. "Crude-nya yang sudah. Kalau LPG kan saya katakan bahwa potensinya ada. Tapi kalau crude sudah ada kesepakatan, ya," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (6/5/2026). Pernyataan ini memperjelas status kedua komoditas energi tersebut dalam negosiasi antara kedua negara.

Sebagai gambaran, Indonesia akan mendapatkan pasokan impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia. Keputusan strategis ini diambil demi menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, terutama akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah yang kerap mengganggu rantai pasok energi global. Ketersediaan stok energi yang memadai menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan stabilitas pasokan bagi kebutuhan domestik. "Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada. Untuk (minyak mentah asal) Rusia sebentar lagi masuk ya," ungkap Bahlil usai acara Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga :  Kopi Jember Tembus Pasar Mesir, UMKM Desa Mulai Berkembang

Meskipun detail mengenai harga pembelian minyak mentah tersebut masih dirahasiakan oleh Bahlil, ia memberikan sedikit bocoran bahwa seluruh transaksi dilakukan berdasarkan prinsip bisnis ke bisnis (B2B). Pendekatan ini menunjukkan bahwa negosiasi harga dan ketentuan lainnya disepakati secara langsung antara entitas bisnis di kedua negara, tanpa intervensi langsung dari pemerintah dalam penetapan harga. "Itu B2B saja. Nanti kita bicarakan ya. Saya nggak mau terlalu mendalam gitu, bahaya itu," tutur Bahlil, menekankan bahwa kerahasiaan detail transaksi komersial adalah hal yang lumrah dan penting untuk menjaga kepentingan bisnis.

Langkah Indonesia mengamankan pasokan energi dari Rusia, baik minyak mentah maupun potensi LPG, merupakan strategi diversifikasi sumber pasokan yang krusial. Dengan semakin kompleksnya lanskap energi global, memiliki alternatif sumber pasokan yang andal menjadi kunci untuk memitigasi risiko gangguan pasokan dan fluktuasi harga. Pembelian minyak mentah dalam jumlah besar ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan energi domestik dan memperkuat kemandirian energi nasional dalam jangka panjang. Sementara itu, penjajakan potensi impor LPG dari Rusia menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi energi yang lebih terjangkau dan stabil bagi masyarakat Indonesia.

Also Read

Tinggalkan komentar