
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa rekrutmen manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) terbesar yang pernah dilakukan pemerintah di tingkat desa. Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan generasi muda dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, baik di pedesaan maupun wilayah pesisir. Zulkifli menekankan peran krusial para manajer ini sebagai "ujung tombak pangan masyarakat," yang diharapkan mampu memotong rantai tengkulak yang selama ini merugikan petani dan masyarakat.
Program rekrutmen yang dibuka sejak 15 April 2026 ini menargetkan 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pelamar yang mencapai 639.732 orang hingga penutupan pendaftaran pada 24 April 2026. Dari jumlah tersebut, 487.819 pelamar berhasil memenuhi kelengkapan administrasi, dan selanjutnya 483.648 pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tahap selanjutnya yang sedang berlangsung adalah tes kompetensi yang dilaksanakan pada 3 hingga 12 Mei 2026, menggunakan sistem computer assisted test (CAT) di 72 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Zulkifli Hasan secara tegas menyatakan bahwa panitia seleksi nasional berkomitmen penuh untuk mengawal seluruh proses rekrutmen agar berjalan dengan prinsip objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur oleh janji-janji kelulusan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. "Seluruh tahapan seleksi tidak dipungut biaya apa pun, tidak ada jalur khusus, dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan," tegasnya.
Setelah menyelesaikan tes kompetensi, para peserta yang lolos akan melanjutkan ke tahap seleksi tambahan yang meliputi tes mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan, yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026. Pengumuman hasil akhir seleksi secara keseluruhan dijadwalkan pada 7 Juni 2026. Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi akan mendapatkan pembekalan lebih lanjut melalui pelatihan dasar kemiliteran komponen cadangan (komcad) serta pelatihan manajerial sesuai dengan bidang tugas masing-masing.
Para manajer terpilih nantinya akan diangkat dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan akan berada di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara selama periode kontrak dua tahun. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM di tingkat desa, tetapi juga menjadi katalisator bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan efektif.
Sementara itu, di Blitar, Jawa Timur, Kodim 0808/Blitar telah memulai distribusi 50 unit mobil pikap operasional untuk 50 unit Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah kerjanya. Distribusi tahap pertama ini dilakukan di KDMP Desa Pasirharjo pada Senin, 13 April 2026. Mobil-mobil ini merupakan bagian dari total 269 unit mobil pikap operasional yang akan didistribusikan ke seluruh KDMP di wilayah tersebut, bertujuan untuk mendukung operasional dan pendistribusian hasil pertanian serta kebutuhan masyarakat desa.











