Insentif Kendaraan Listrik Genjot Ekonomi Q2 2026

Budi Santoso

Insentif Kendaraan Listrik Genjot Ekonomi Q2 2026

Pemerintah Indonesia berencana memberikan berbagai insentif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi yang telah mencapai 5,61% secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal I-2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu insentif yang sedang dipertimbangkan adalah pemberian subsidi untuk pembelian motor dan mobil listrik. Rincian skema penyaluran insentif ini akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan.

"Beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, salah satunya di sektor otomotif dan motor, ini nanti kita akan laporkan kepada bapak presiden," ujar Airlangga dalam sebuah konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan gambaran awal mengenai alokasi insentif tersebut. Tahap awal direncanakan untuk 200.000 unit kendaraan listrik, dengan rincian 100.000 unit untuk mobil listrik dan 100.000 unit untuk motor listrik. Untuk motor listrik, subsidi yang diberikan adalah sebesar Rp 5 juta per unit. Sementara itu, besaran subsidi untuk mobil listrik masih dalam tahap pembahasan. "Kira kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100 ribu subisidi pertama. Kalau habis, kita kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama kita akan kasih. Berapa? Rp 5 juta," jelas Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA.

Baca Juga :  PHK Meningkat, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Meroket di Maret 2026

Selain insentif di sektor otomotif, Airlangga juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan didorong oleh peningkatan belanja pemerintah. Setelah mengalami penurunan pada tahun sebelumnya, belanja pemerintah di kuartal I-2026 telah menjadi penopang ekonomi, dan diharapkan akan terus memberikan kontribusi positif pada kuartal berikutnya. Lebih lanjut, pemerintah juga berupaya menggenjot pertumbuhan dari sisi investasi. Hal ini didukung oleh banyaknya komitmen investasi yang berhasil diraih setelah kunjungan kerja presiden ke beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, yang menghasilkan komitmen investasi senilai Rp 540 triliun. Pemerintah optimis dapat mengejar realisasi investasi tersebut.

Airlangga memastikan bahwa kebijakan fiskal akan dioptimalkan untuk menjaga momentum pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 yang diproyeksikan sebesar 5,4%. Pemerintah belum merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II secara spesifik, namun optimisme tinggi menyusul keberhasilan Indonesia melampaui ekspektasi berbagai lembaga pada kuartal I-2026. Pencairan gaji ke-13 yang dijadwalkan mulai Juni 2026 juga diharapkan dapat memberikan dorongan tambahan terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kuartal II.

Also Read

Tinggalkan komentar