IHSG Awal Perdagangan Berfluktuasi, Hampir Sentuh 7.000

Budi Santoso

IHSG Awal Perdagangan Berfluktuasi, Hampir Sentuh 7.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026), menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan sejak awal sesi. Pembukaan pasar diwarnai dengan pelemahan, namun tren negatif tersebut tidak berlangsung lama. IHSG segera bangkit dan bergerak mendekati ambang psikologis 7.000 poin, menunjukkan adanya pembalikan arah yang cepat.

Data dari RTI mencatat bahwa pada pukul 09.02 WIB, IHSG terpantau berada di level 6.934,57, mengalami penurunan sebesar 37,38 poin atau 0,54%. Penurunan ini sempat membuat investor khawatir akan tren pelemahan yang berkelanjutan. Namun, hanya berselang beberapa menit, tepatnya pada pukul 09.11 WIB, indeks bursa saham utama Indonesia ini melonjak drastis ke level 6.978,90. Kenaikan ini setara dengan 6,94 poin atau 0,10%, menandakan adanya pembelian kembali yang cukup kuat.

Pada saat pembukaan perdagangan, IHSG tercatat berada di level 6.968,56. Selama periode perdagangan pagi, indeks bergerak dalam rentang pergerakan yang cukup lebar, mencapai titik terendah di 6.931,97 dan titik tertinggi di 6.980,84. Pergerakan yang dinamis ini mencerminkan adanya ketidakpastian di pasar, namun juga potensi peluang bagi para pelaku pasar.

Nilai transaksi indeks pada perdagangan pagi ini terbilang cukup substansial, mencapai Rp 1,5 triliun. Total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 7,28 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi mencapai 264.724 kali. Angka transaksi yang besar ini mengindikasikan minat yang cukup tinggi dari investor untuk melakukan jual beli saham, meskipun dalam kondisi pasar yang bergejolak.

Baca Juga :  Kinerja Bukalapak Kuartal I 2026: Rugi Rp 425 Miliar Meski Pendapatan Naik

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 231 saham tercatat menguat, sementara 298 saham mengalami pelemahan, dan 169 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Distribusi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar cenderung berimbang, dengan jumlah saham yang melemah sedikit lebih banyak dibandingkan yang menguat.

Jika melihat kinerja bulanan, IHSG secara umum tercatat mengalami pelemahan sebesar 0,29%. Tren pelemahan ini semakin terlihat signifikan dalam periode enam bulanan, dengan penurunan mencapai 13,44%. Kinerja year-to-date (YTD) juga menunjukkan gambaran yang serupa, dengan IHSG melemah sebesar 19,40%. Data historis ini memberikan konteks penting mengenai tantangan yang dihadapi pasar saham Indonesia dalam beberapa waktu terakhir, yang kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro domestik maupun global. Meskipun demikian, pergerakan positif di awal sesi perdagangan hari ini memberikan secercah harapan akan pemulihan momentum.

Also Read

Tinggalkan komentar