Kunjungan Wisman Naik 8,62%, Kepercayaan Internasional Terjaga

Budi Santoso

Kunjungan Wisman Naik 8,62%, Kepercayaan Internasional Terjaga

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan signifikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari-Maret 2026, mencapai 3.436.276 kunjungan. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan terjaganya kepercayaan wisatawan asing terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata. Secara bulanan, Maret 2026 mencatat 1.088.166 kunjungan, meski sedikit menurun 6,17% dari Februari 2026, namun tetap tumbuh 10,50% secara tahunan. Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad, menilai tren positif ini menunjukkan bahwa persepsi internasional terhadap Indonesia tetap baik. "Kalau wisatawan mancanegara tumbuh berarti kan kepercayaan luar masih bagus, bahwa Indonesia masih relatif baik untuk kedatangan wisatawan," ungkapnya. Ia menduga bangkitnya daya tarik beberapa wilayah yang sebelumnya kurang positif di tahun 2025 menjadi faktor pendorong utama. Kontribusi wisatawan dari negara-negara utama seperti Australia, Malaysia, Rusia, Jepang, China, dan India juga menjadi penopang penting bagi peningkatan ini.

Meskipun angka kunjungan bulanan sekitar 1 juta tergolong rata-rata, Tauhid optimis target 13-15 juta wisman per tahun dapat tercapai jika tren ini berlanjut. Data BPS menunjukkan Malaysia menjadi negara asal wisman terbanyak dengan kontribusi 17,14%, diikuti Australia (12,01%), dan Singapura (9,45%). Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menambahkan bahwa rata-rata pengeluaran wisman pada triwulan I-2026 mencapai US$ 1.345,61 atau sekitar Rp 23,27 juta (dengan kurs Rp 17.300). Pengeluaran ini meningkat dibandingkan triwulan IV-2025 dan mayoritas dialokasikan untuk akomodasi, makan minum, serta belanja oleh-oleh. Ateng menekankan bahwa capaian kunjungan wisman pada Januari-Maret 2026 merupakan yang tertinggi sejak tahun 2020, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi sektor pariwisata nasional. Peningkatan ini diharapkan dapat terus berlanjut, mendorong pemulihan dan pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan. Berbagai upaya promosi dan peningkatan kualitas layanan diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menarik lebih banyak wisman di masa mendatang, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah pariwisata global. Kunjungan wisman yang tinggi juga berdampak positif pada sektor ekonomi pendukung lainnya, seperti industri kreatif, transportasi, dan UMKM.

Baca Juga :  Panduan Trading untuk Pemula: Langkah Awal dan Strategi Sukses

Also Read

Tinggalkan komentar