Saham GOTO Anjlok Setelah Pidato Prabowo Soal Potongan Ojol

Budi Santoso

Saham GOTO Anjlok Setelah Pidato Prabowo Soal Potongan Ojol

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Senin (4/5). Data menunjukkan saham GOTO bahkan sempat menyentuh level gocap, yang merupakan batas penurunan harga saham harian.

Berdasarkan data RTI Business, harga saham GOTO terkoreksi 5,56% menjadi Rp 51 per saham. Pada titik terendahnya, saham ini sempat menyentuh Rp 50 per saham, dengan pelemahan lebih dari 7%. Jika dilihat secara akumulatif sepanjang tahun 2026, saham GOTO telah mengalami penurunan sebesar 20,31%.

Volume perdagangan GOTO pada hari itu tercatat mencapai 17,09 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 860,5 miliar. Penurunan ini bukan kali pertama terjadi. Pada perdagangan Kamis (30/4), GOTO juga mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 119,71 miliar. Angka net foreign sell ini membengkak signifikan sepanjang tahun 2026, mencapai Rp 1,65 triliun.

Pemicu utama pelemahan saham GOTO ini diduga kuat adalah pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) saat perayaan May Day atau Hari Buruh Internasional. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti besarnya potongan yang dikenakan oleh pihak aplikator kepada para pengemudi ojol, yang menurutnya bisa mencapai 20%.

Presiden Prabowo secara tegas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan sebesar itu. Ia berpendapat bahwa potongan sebesar 20% sangat memberatkan para pengemudi ojol yang telah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan mereka setiap hari di jalan. "Ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20%. Gimana ojol setuju 20%? Bagaimana 15%? Berapa?? 10%, kalian minta 10%? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10%," tegas Prabowo dalam pidatonya di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik, Investasi Jadi Pilihan Cerdas

Ia menambahkan bahwa tidak adil jika perusahaan aplikator dapat meraup keuntungan besar, sementara para pengemudi ojol yang menjadi tulang punggung operasional justru mengalami kesulitan akibat potongan yang tinggi. Pernyataan ini mengindikasikan potensi perubahan regulasi atau tekanan kepada perusahaan aplikator untuk menurunkan biaya potongan demi meningkatkan kesejahteraan para mitranya. Kekhawatiran pasar terhadap potensi dampak negatif dari kebijakan tersebut terhadap kinerja finansial perusahaan teknologi seperti GOTO kemungkinan menjadi alasan utama di balik anjloknya harga saham mereka. Para investor terlihat bereaksi negatif terhadap kemungkinan penurunan pendapatan perusahaan akibat perubahan skema potongan. Situasi ini menunjukkan sensitivitas pasar terhadap isu-isu yang berkaitan dengan regulasi tenaga kerja dan kesejahteraan pekerja, terutama di sektor ekonomi digital yang sedang berkembang pesat. Analis pasar akan terus memantau perkembangan lebih lanjut terkait pernyataan Presiden dan dampaknya terhadap industri ojek online dan perusahaan terkait.

Also Read

Tinggalkan komentar