
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengumumkan kinerja keuangan yang impresif pada tahun buku 2025, berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp185,3 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi gemilang ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp74 miliar kepada para pemegang saham. Dividen yang dibagikan ini setara dengan Rp29,1 per saham, dengan rasio pembayaran (payout ratio) sebesar 40 persen, meningkat dari 35 persen pada tahun sebelumnya, mencerminkan apresiasi perusahaan terhadap kepercayaan pemegang saham.
Meskipun dihadapkan pada tantangan ketidakpastian pasar global dan pengetatan regulasi sepanjang 2025, IIF mampu menunjukkan ketangguhan finansialnya. Pendapatan bunga bersih perusahaan melonjak 44 persen menjadi Rp536,0 miliar. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan total aset perseroan yang naik 5 persen menjadi Rp15,4 triliun. Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi yang diterapkan oleh manajemen IIF. Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan, menjelaskan bahwa pertumbuhan kinerja didorong oleh penurunan biaya dana (cost of funds). Hal ini memungkinkan IIF untuk menawarkan pembiayaan dengan harga yang lebih kompetitif, menarik minat lebih banyak pelaku usaha di sektor infrastruktur.
Selain itu, IIF secara konsisten memperkuat fundamental perusahaan melalui berbagai inisiatif strategis. Penguatan manajemen risiko menjadi prioritas utama untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam menghadapi gejolak pasar. Investasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) juga terus dilakukan guna meningkatkan kapabilitas dan kompetensi tim. Peluncuran inisiatif produk baru juga menjadi kunci untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang dinamis. "Hal ini membuat IIF tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur," ungkap Rizki Pribadi Hasan dalam siaran persnya.
Sepanjang tahun 2025, IIF juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi dari institusi domestik maupun internasional. Penghargaan ini mencakup berbagai bidang, mulai dari praktik Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang inovatif, strategi penggalangan dana yang kreatif, hingga pembiayaan proyek infrastruktur yang berhasil dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen IIF dalam memberikan kontribusi positif bagi pembangunan infrastruktur dan keberlanjutan. "IIF akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha. Peran IIF adalah melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur," tegas Rizki.
Menyongsong tahun 2026, IIF memperkuat diversifikasi sumber pendanaannya. Perusahaan berhasil memperoleh fasilitas pembiayaan senilai Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional. Target ambisius ditetapkan untuk memperoleh tambahan pendanaan hingga Rp5 triliun pada tahun ini, guna mendukung kebutuhan pembiayaan infrastruktur yang terus meningkat. Di sisi pembiayaan, IIF juga menunjukkan komitmennya pada sektor kesehatan dengan menandatangani kesepakatan pembiayaan senilai Rp485,6 miliar untuk proyek infrastruktur kesehatan. Selain itu, IIF juga memperoleh mandat advisory baru, termasuk pendampingan dalam implementasi standar ESG berstandar internasional, yang menunjukkan peranannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
RUPST juga menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit, serta memutuskan penggunaan laba bersih perseroan. Selain dividen tunai, pemegang saham juga menyetujui pembayaran imbal hasil sebesar Rp27,7 miliar atas Surat Berharga Perpetual senilai Rp335,2 miliar yang diterbitkan pada tahun 2023. Pembayaran imbal hasil ini akan dilakukan secara semesteran pada bulan Juli 2026 dan Januari 2027, memberikan kepastian imbal hasil bagi para investor. Kinerja solid IIF di tahun 2025 menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia.











