KemenTrans Buka Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026: Fokus Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi

Budi Santoso

KemenTrans Buka Pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot 2026: Fokus Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mulai 1 hingga 21 Mei. Program ini diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi minimal Diploma IV (D4) yang akan terlibat dalam penelitian, pendampingan, dan pembinaan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bahwa fokus TEP tahun ini adalah aksi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi, berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada pemetaan potensi ekonomi.

"Jika sebelumnya TEP berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Orientasinya adalah aksi nyata di lapangan, termasuk menjawab kebutuhan dasar di kawasan transmigrasi," ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pergeseran fokus ini juga berdampak pada pengurangan jumlah kawasan transmigrasi yang dilibatkan. Jika pada tahun 2025 peserta dikirim ke 154 wilayah transmigrasi, tahun ini mereka akan bertugas di 53 wilayah transmigrasi prioritas nasional.

Kawasan-kawasan prioritas tersebut tersebar di berbagai provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Selain itu, program TEP 2026 juga mencakup kawasan transmigrasi prioritas nasional di Papua, serta kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Prabowo Batal Buka IPA Convex 2026, Ini Alasannya

Program TEP 2026 terbuka bagi lulusan Diploma IV (D4), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3) dari semua perguruan tinggi di Indonesia. Namun, peserta hanya dapat mendaftarkan diri melalui salah satu dari 10 perguruan tinggi mitra utama program ini. Kesepuluh perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

Melalui TEP, Kementrans berupaya mengajak generasi muda Indonesia untuk turut serta dalam pembangunan negeri dari kawasan transmigrasi. Program ini diharapkan dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh penjuru Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai program TEP 2026 dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi TEP.

Also Read

Tinggalkan komentar