AS Jual Senjata Rp149 T ke Sekutu Timur Tengah, Lewati Kongres

Budi Santoso

AS Jual Senjata Rp149 T ke Sekutu Timur Tengah, Lewati Kongres

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana penjualan senjata dan sistem militer senilai lebih dari US$ 8,6 miliar atau setara dengan Rp 149 triliun (dengan asumsi kurs Rp 17.336 per dolar AS) kepada sejumlah negara sekutu di Timur Tengah. Negara-negara yang menjadi penerima manfaat dari penjualan besar ini meliputi Israel, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA). Pengumuman ini muncul di tengah eskalasi ketegangan di kawasan, di mana perang antara AS dan Israel melawan Iran telah berlangsung selama sembilan minggu, dan gencatan senjata yang rapuh baru diberlakukan lebih dari tiga minggu lalu.

Keunikan dari penjualan perlengkapan militer ini adalah pengabaian terhadap prosedur standar yang biasanya mengharuskan peninjauan dan persetujuan dari Kongres AS. Pemerintah AS beralasan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah saat ini sangat tidak stabil dan memerlukan pengiriman persenjataan segera untuk menstabilkan kondisi tersebut. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan, "Ada keadaan darurat yang memerlukan penjualan segera ke negara-negara tersebut, yang secara efektif mengesampingkan persyaratan peninjauan kongres standar." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi yang dirasakan oleh pemerintah AS dalam mendukung sekutunya di tengah gejolak regional.

Rincian penjualan militer ini mencakup beberapa item krusial. Untuk Qatar, AS akan melakukan pengisian ulang sistem pertahanan rudal Patriot dengan nilai US$ 4,01 miliar dan penjualan Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih (APKWS) senilai US$ 992,4 juta. Kuwait akan menerima sistem komando pertempuran terintegrasi dengan nilai US$ 2,5 miliar. Israel juga akan mendapatkan APKWS seharga US$ 992,4 juta, sementara Uni Emirat Arab akan menerima APKWS dengan nilai US$ 147,6 juta.

Baca Juga :  Prabowo Luncurkan KUR 5% & Program Hunian untuk Rakyat Kecil

Dalam pelaksanaan penjualan bernilai besar ini, beberapa perusahaan pertahanan raksasa AS akan berperan sebagai kontraktor utama. BAE Systems akan menjadi kontraktor utama untuk penjualan APKWS ke Qatar, Israel, dan UEA. Sementara itu, RTX dan Lockheed Martin akan mengemban peran yang sama untuk penjualan sistem komando pertempuran terintegrasi ke Kuwait dan pengisian ulang pertahanan udara serta rudal Patriot ke Qatar. Northrop Grumman juga turut terlibat sebagai kontraktor utama dalam penjualan ke Kuwait. Nilai transaksi yang sangat tinggi ini secara jelas mencerminkan tingginya permintaan global terhadap teknologi pertahanan canggih yang diproduksi oleh Amerika Serikat, serta strategi AS untuk memperkuat kapabilitas militer sekutunya di kawasan yang penuh tantangan.

Also Read

Tinggalkan komentar