
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengingatkan masyarakat akan maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui tautan tidak resmi dan media sosial. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa segala informasi yang beredar melalui kanal-kanal tersebut bukan berasal dari BRI dan tidak memiliki kaitan dengan operasional perusahaan.
"Seluruh proses pengajuan KUR BRI dapat diakses masyarakat melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI serta BRILink Agen atau menghubungi tenaga pemasar BRI di seluruh Indonesia, dan tidak dipungut biaya apapun di awal," jelas Akhmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (2/5/2025).
BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses atau mengeklik tautan yang tidak resmi. Perusahaan juga menekankan bahwa mereka tidak pernah meminta data rahasia nasabah seperti PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP dalam kondisi apapun. Permintaan semacam itu merupakan indikasi kuat adanya penipuan.
Lebih lanjut, BRI menyarankan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada penawaran yang menjanjikan pencairan cepat dengan syarat yang tidak wajar. Verifikasi informasi melalui kanal resmi BRI adalah langkah krusial untuk menghindari kerugian. Kanal resmi yang dimaksud meliputi website www.bri.co.id, akun Instagram @bankbri_id, X @bankbri_id, @kontakbri, Facebook Bank BRI, serta layanan Contact BRI 14017/1500017.
Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa BRI secara konsisten memperkuat upaya edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan digital. Selain itu, BRI juga aktif berkoordinasi dengan otoritas dan pihak terkait untuk menindaklanjuti modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan.
Komitmen BRI untuk menjaga keamanan layanan perbankan dan kepercayaan masyarakat terus dijaga dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Sebagai informasi tambahan, hingga akhir Oktober 2025, BRI telah berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 147,2 triliun. Angka ini setara dengan 83,2 persen dari total alokasi KUR tahun 2025 yang direncanakan sebesar Rp 177 triliun. Kinerja penyaluran KUR ini menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung UMKM di Indonesia, sekaligus menjadi sasaran empuk bagi para pelaku penipuan yang memanfaatkan popularitas program ini.
Penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan kritis dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Memastikan keabsahan informasi melalui kanal resmi adalah kunci utama untuk melindungi diri dari potensi penipuan. BRI berharap dengan adanya peringatan ini, masyarakat dapat lebih waspada dan tidak menjadi korban dari modus-modus penipuan yang semakin beragam.











