
PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang mengesankan sebesar 8 persen pada kuartal I 2026, mencapai Rp173 miliar, meskipun pendapatan bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 4 persen menjadi Rp4,0 triliun. Peningkatan profitabilitas ini dicapai berkat strategi efisiensi operasional yang ketat dan penguatan kualitas pendapatan di tengah tantangan perlambatan ekonomi yang memengaruhi sektor otomotif. Beatrice Kartika, Grup CFO MPMX, menjelaskan bahwa fokus perusahaan pada menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas telah menjadi kunci keberhasilan dalam mendorong efisiensi dan memperkuat profitabilitas.
Meskipun pendapatan bersih turun, laba usaha MPMX justru tumbuh 6 persen menjadi Rp193 miliar, dan laba kotor naik 3 persen menjadi Rp365 miliar. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan margin di berbagai lini bisnis. Di segmen distribusi dan ritel sepeda motor, pendapatan turun 3 persen menjadi Rp3.797 miliar. Namun, penurunan penjualan di bisnis distribusi sebagian berhasil diimbangi oleh pertumbuhan di segmen ritel dan layanan purna jual.
Pada bisnis asuransi, pendapatan tercatat turun 17 persen menjadi Rp204 miliar. Meskipun demikian, hasil layanan asuransi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10 persen menjadi Rp44 miliar, dan hasil investasi melonjak 34 persen menjadi Rp12 miliar. Ini menunjukkan bahwa meskipun premi menurun, kemampuan perusahaan dalam mengelola klaim dan mengoptimalkan portofolio investasi tetap kuat.
Segmen penyewaan kendaraan juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 4 persen menjadi Rp368 miliar. Namun, laba kotor pada segmen ini justru naik 9 persen menjadi Rp83 miliar. Peningkatan laba kotor ini merupakan hasil dari efisiensi biaya yang berhasil dilakukan serta kontribusi positif dari penjualan mobil bekas.
Di sisi lain, bisnis pembiayaan mencatat penurunan pendapatan yang cukup drastis sebesar 43 persen. Hal ini merupakan konsekuensi dari strategi perusahaan yang lebih selektif dalam penyaluran kredit. Meski pendapatan turun, langkah ini berhasil menekan rugi bersih sebesar 23 persen menjadi Rp38 miliar, berkat penurunan beban operasional dan provisi yang efektif.
MPMX menilai bahwa strategi efisiensi dan pengelolaan risiko yang cermat menjadi pilar utama dalam menjaga kinerja perusahaan di tengah berbagai tekanan industri. Dengan fondasi yang kuat ini, perusahaan optimis dapat mempertahankan ketahanan bisnisnya di masa mendatang dan terus beradaptasi dengan dinamika pasar. Keberhasilan MPMX dalam meningkatkan laba bersih di tengah penurunan pendapatan menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam mengelola operasionalnya secara efektif dan menjaga profitabilitas meskipun dalam kondisi ekonomi yang menantang.











